Selasa, 24 Maret 2015

Hukum mengundang Khodam dengan ilmu Hikmah

                               

HUKUM MENGUNDANG KHODAM ASMA' DENGAN AMALAN ILMU HIKMAH
PERTANYAAN :
Assalamu'alaikum wr.wb. maaf saya mau bertanya pada para sesepuh grup ini : bagaimanakah hukumnya mengundang khodam asma' dg amalan ilmu hikmah ? matur nuhun.

JAWABAN :
Wa'alaikumsalam wr wb. kalau yang dimaksud ilmu hikmah dalam pertanyaan ini adalah ilmu yang dianugerahkan Allah kepada seseorang atas laku tirakat yang ia lakukan yg tidak bertentangan dengan syara' dan boleh... Kalau yang dimaksud dengan ilmu hikmah diatas adalah ilmu karamah/setruman maka diperinci sebagai berikut :
Bila pelakunya (yang nyetrum ) disiplin syari’at ( mutasyarri’ ), yang dibaca (mantera) tidak bertentangan dengan syariát, khodamnya juga yang baik dan tidak menimbulkan dloror syar’i ( termasuk menghilangkan kesadaran, akan tetapi tidak ada manfaat yang sebanding ).

( مسألة: فى أقسام السحر وحكمه )الى أن قال ومنها الاستعانة بالأرواح الأرضية بواسطة الرياضة وقراءة العزائم إلى حيث يخلق الله تعالى عقب ذلك على سبيل جرى العادة بعض خوارق وهذا النوع قالت المعتزلة إنه كفر لأنه لا يمكن معه معرفة صدق الرسل عليهم الصلاة والسلام للالتباس, ورد بأن العادة الإلهية جرت بصرف المعارضين للرسل عن إظهار خارق ثم التحقيق أن يقال إن كان من يتعاطى ذلك خيرا متشرعا فى كامل ما يأتى ويدر وكان من يستعين به من الأرواح الخيرة وكانت عزائمه لا تخالف الشرع وليس فيما يظهر على يده من الخوارق ضرر شرعى على أحد فليس ذلك من السحر بل من الأسرار والمعونة وإلا فهو حرام إن تعلمه ليعمل به بل يكفر إن اعتقد حل ذلك فإن تعلمه ليتوقاه فمباح وإلا فمكروه. إهـ هامش فتح الوهاب الجزء الثانى ص : 151 دار إحياء الكتب العربية


[ MASALAH ] Dalam pembahasan bentuk-bentuk sihir dan hukumnya......dst. Di antara macam sihir adalah meminta pertolongan dengan arwah arodhiyah dengan cara laku riyadhoh dan membaca azimat-azimat yang setelahnya akan menimbulkan hal-hal aneh diluar kebiasaan pada umumnya, menurut kaum Mu'tazilah ini termasuk perbuatan kufur karena dapat menyerupai dan melemahkan kebenaran para utusan Allah akan mukjizatnya, sedang menurut pendapat ulama yang TAHQIIQ (kuat dalam pernyataannya) hukumnya di perinci :

1.Apabila pelakunya ( yang nyetrum ) disiplin syari’at ( mutasyarri’ ), yang dibaca ( mantera ) tidak bertentangan dengan syariát dan tidak menimbulkan dloror syar’i ( termasuk menghilangkan kesadaran, akan tetapi tidak ada manfaat yang sebanding ).
2.Bila yang terjadi semacam ini, hal tersebut bukanlah sihir tetapi kelebihan dan ma'unah Tidak boleh ( haram ).

3.Apabila pelakunya tidak disiplin syariát ( fasiq ) atau yang dibaca dilarang menurut syara’ atau menimbulkan dloror syar’i ( termasuk hilangnya kesadaran dan tidak ada manfaat sebanding ).
[ Hamisy Fath Alwahaab II/151 ].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar