Kamis, 04 Desember 2014

Keutamaan Tafakur walau sesaat

Dinukil dari kitab Tambihul Ghofilin Abul Laits As Samarqondi

وَرُوِيَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , أَنَّهُ قَالَ: «تَفَكُّرُ سَاعَةٍ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ سَنَةٍ» .

قَالَ الْفَقِيهُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ: إِذَا أَرَادَ الْإِنْسَانُ أَنْ يَنَالَ فَضْلَ التَّفَكُّرِ، فَلْيَتَفَكَّرَ فِي خَمْسَةِ أَشْيَاءَ:

أَوَّلُهَا: فِي الْآيَاتِ وَالْعَلَامَاتِ، وَالثَّانِي: فِي الْآلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ،

وَالثَّالِثُ: فِي ثَوَابِهِ، وَالرَّابِعُ: فِي عِقَابِهِ، وَالْخَامِسُ: فِي إِحْسَانِهِ إِلَيْهِ وَجَفَائِهِ لَهُ،

dan diriwayatkan dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam sesungguhnya beliau bersabda :
" tafakkur sesaat lebih utama daripada ibadah setahun"

Al Faqih -semoga Allah meridhoinya berkata :
" jika seseorang mengharapkan utk mendapatkan keutamaan tafakkur, maka bertafakkurlah dalam lima perkara:
1. tafakkur pada ayat2 dan tanda2 Allah.
2. tafakkur pada nikmat2 Allah.
3. tafakkur pada pahala dari Allah.
4. tafakkur pada siksaan Allah.
5. tafakkur pada kebaikan2 Allah kpdnya dan keberpalingannya dari Allah

فَأَمَّا التَّفَكُّرُ فِي الْآيَاتِ وَالْعَلَامَاتِ فَأَنْ يَنْظُرَ فِي قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى، فِيمَا خَلَقَ اللَّهُ تَعَالَى مِنَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَطُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَشْرِقِهَا، وَغُرُوبِهَا فِي مَغْرِبِهَا، وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَفِي خَلْقِ نَفْسِهِ كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:

{وَفِي الأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ}

[الذاريات: 20-21]

فَإِذَا تَفَكَّرَ الْعَبْدُ فِي الْآيَاتِ وَالْعَلَامَاتِ يَزِيدُ بِهِ يَقِينًا وَمَعْرِفَةً

adapun tafakkur pada ayat2 dan tanda2 adalah dengan merenungkan kekuasaan Allah ta'ala dalam ciptaan-Nya, misalnya langit, bumi, terbitnya matahari dari timur, tenggelamnya matahari di barat, pebedaan saing dan malam dan pencptaan dirinya sendiri sebagaimana firman Allah ta'ala :
" Dan dibumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yaqin ,
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? "
(ad dzariyat ayat 20-21)

ketika seorang hamba bertafakkur pada ayat2 dan tanda2, maka dengannya akan menambah keyakinan dan ma'rifat kpd Allah.

وَأَمَّا التَّفَكُّرُ فِي الْآلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ فَأَنْ يَنْظُرَ إِلَى نِعَمِ اللَّهِ تَعَالَى.

وَسُئِلَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ عَنِ الْفَرْقِ بَيْنَ الْآلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ فَقَالَ كُلُّ مَا ظَهَرَ فَهُوَ الْآلَاءُ وَمَا بَطَنَ فَهُوَ النَّعْمَاءُ، وَمِثْلُ ذَلِكَ الْيَدَانِ آلَاؤُهُ، وَقُوَّةُ الْيَدَيْنِ نَعْمَاؤُهُ، وَالْوَجْهُ آلَاؤُهُ، وَحُسْنُ الْوَجْهِ وَالْجَمَالُ نَعْمَاؤُهُ، وَالْفَمُ آلَاؤُهُ، وَطَعْمُ الطَّعَامِ نَعْمَاؤُهُ، وَالرِّجْلَانِ آلَاؤُهُ، وَالْمَشْيُ نَعْمَاؤُهُ فَإِذَا كَانَ لِلْعَبْدِ رِجْلَانِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ قُوَّةُ الْمَشْيِ، فَقَدْ أُعْطِيَ الْآلَاءَ، وَلَمْ يُعْطَ النَّعْمَاءَ، وَالْعُرُوقُ وَالْعِظَامُ آلَاؤُهُ، وَصِحَّتُهَا وَسُكُونُهَا نَعْمَاؤُهُ.

وَقَالَ بَعْضُهُمْ: الْآلَاءُ إِيصَالُ النِّعْمَةِ، وَالنَّعْمَاءُ دَفْعَ الْبَلِيَّةِ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ: عَلَى ضِدِّ هَذَا.

وَيُقَالُ: الْآلَاءُ وَالنَّعْمَاءُ وَاحِدٌ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: {وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا} [النحل: 18] ، فَإِذَا تَفَكَّرَ الْإِنْسَانُ فِي الْآلَاءِ وَالنَّعْمَاءِ يَزِيدُ الْمَحَبَّةَ،

Adapun tafakkur pada kenikmatan2 maka dengan merenungkan nikmat2 Allah ta'ala kepadanya.
Sebagian ulama' bijak ditanyai ttg perbedaan antara al ala' dan an na'ma' (arti ala' dan na'ma' adalah sama, yaitu nikmat2 Allah), kemudian dia berkata :
" semua kenikmatan yg terlihat maka disebut al ala dan semua kenikmatan yg bersifat batin maka disebut na'ma; "
misalnya kedua tangan, kedua tangan adalah ala'-Nya dan kekuatan kedua tangan adalah na'ma'-Nya, wajah adalah ala'-Nya dan indah seta bagusnya wajah adalah na'm'-Nya, mulut adalah ala'-Nya dan bisa merasakan makanan adalah na'ma'-Nya, kedua kaki adalah ala'-Nya dan bisa berjalan adalah na'ma'-Nya.
ketika seorang hamba mempunyai dua kaki tapi tdk punya kekuatan utk berjalan maka dia telah diberi ala' dan tdk diberi na'ma',
otot2 tubuh dan tulang2 adalah ala'-Nya sedangkan sehat dan tenangnya otot dan tulang adalah na'ma'-Nya.
sebagian ulama' berkata : al ala' adalah sampainya na'ma' dan an na'ma' adalah menolak balak.
sebagian yg lain berkata sebaliknya.
dan dikatakan bahwa al ala' dan an na'ma' adalah satu

Allah ta'ala berfirman :
" Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya "
(an nahl ayat 18)
ketika seorang hamba bertafakkur pada nikmat2 Allah maka akan bertambah rasa mahabbah / kecintaan kpd Allah.

وَأَمَّا التَّفَكُّرُ فِي ثَوَابِهِ فَهُوَ أَنْ يَتَفَكَّرَ فِي ثَوَابِ مَا أَعَدَّ اللَّهُ لِأَوْلِيَائِهِ، فِي الْجَنَّةِ مِنَ الْكَرَامَاتِ، فَإِنَّ التَّفَكُّرَ فِي ثَوَابِهِ يَزِيدُهُ رَغْبَةً فِيهَا، وَاجْتِهَادًا فِي طَلَبِهَا، وَقُوَّةً فِي طَاعَةِ رَبِّهِ،

وَأَمَّا التَّفَكُّرُ فِي عِقَابِهِ، فَهُوَ أَنْ يَتَفَكَّرَ فِيمَا أَعَدَّ اللَّهُ لِأَعْدَائِهِ فِي النَّارِ مِنَ الْهَوَانِ، وَالْعُقُوبَةِ، وَالنَّكَالِ، فَإِنَّ التَّفَكُّرَ فِي ذَلِكَ يَزِيدُهُ رَهْبَةً، وَيَكُونُ لَهُ قُوَّةٌ عَلَى الِامْتِنَاعِ مِنَ الْمَعَاصِي

Adapun tafakkur pada pahala-Nya adalah dengan merenungkan pahala yg telah dijanjikan Allah kpd kekasih2-Nya di syurga, yaitu berupa kemuliaan2.
karena sesungguhnya tafakkur pada pahala-Nya bisa menambah rasa senang pada pahala dan bersungguh2 dalam mencarinya serta bisa menambah kekuatan dalam ketaatan kepada Tuhannya.
Adapun tafakkur pada siksaan-Nya adalah dengan merenungkan apa yg telah Allah ancamkan kpada musuh2-Nya dineraka kelak, yaitu kehinaan, siksaan dan malapetaka,
karena sesungguhnya dengan mentafakkuri hal tsb bisa menambah rasa takut dan ini bisa menjadi kekuatan utk menolak kemaksiyatan.

وَأَمَّا التَّفَكُّرُ فِي إِحْسَانِهِ إِلَيْهِ، فَهُوَ أَنْ يَتَفَكَّرَ فِي إِحْسَانِ اللَّهِ تَعَالَى، وَهُوَ مَا سَتَرَ عَلَيْهِ مِنْ ذُنُوبِهِ، وَلَمْ يُعَاقِبْهُ بِهَا، وَدَعَاهُ إِلَى التَّوْبَةِ، وَيَنْظُرُ فِي جَفَاءِ نَفْسِهِ كَيْفَ تَرَكَ

أَوَامِرَهُ، وَارْتَكَبَ مَعَاصِيهِ، فَإِنَّ التَّفَكُّرَ فِي ذَلِكَ يَزِيدُ الْحَيَاءَ وَالْخَجَلَ،

فَإِذَا تَفَكَّرَ فِي هَذِهِ الْخَمْسَةِ أَشْيَاءَ، فَهُوَ مِنَ الَّذِينَ

قَالَ فِيهِمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَفَكُّرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سَنَةٍ» .

وَلَا يُتَفَكَّرُ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ فَإِنَّ التَّفَكُّرَ، فِيمَا سِوَى ذَلِكَ وَسْوَسَةٌ.

Adapun tafakkur pada kebaikan2-Nya kepadanya adalah dengan mentafakkuri kebaikan Allah ta'ala yaitu dosa2 yg telah Allah tutupi dan tdk disiksa sebabnya, dan Allah mengajaknya utk bertaubat .
serta dengan melihat pada keberpalingan dirinya sendiri dari Allah, bagaimana dia meninggalkan perintah Allah dan melakukan maksiyat kepada-Nya,
karena sesungguhnya tafakkur dalam hal ini bisa menambahkan rasa malu kepada Alah.
Ketika seorang hamba bertafakkur pada kelima hal ini maka dia termasuk orang yg Nabi shollallohu alaihi wasallam berkata di dalamnya :
" Tafakkur sesaat itu lebih baik daripada ibadah setahun"
Dan janganlah engkau tafakkur pada selain lima ini, karena tafakkur pada selain ini bisa menyebabkan was was.

wallohu a'lam.

تنبيه الغافلين

ابو الليث السمرقندى

Tafakur kpd Allah itu sebenarnya perjalanan memfanakan diri dr kesadaran hingga tenggelam dlm cahaya Ilahi, disaat itulah diri tdk merasakan adanya diri, hnya merasakan nikmat yg tak pernah dirasakan didunia, bila sdh mencapai puncaknya disitulah Allah swt akan membuka hijab hingga terlihatlh lautan cahaya & Allah swt akan memperdengarka sesuatu yg blm pernah terdengar didunia.. Barakallahu ta'ala
Bertafakur itu setiap saat karena qolbu yang diperjalankannya menuju ridhaNya Ilahi, akan halnya syari'at adalah ibadahnya jasmani.

Selasa, 02 Desember 2014

Nabi ziarah ke Makan

MELIHAT seorang sahabatnya sedang naik kuda, Nabi saw menegur, ”Hai, mengapa kau naiki seekor anak kuda?
Sahabatnya itu terkejut dan menyanggah, “Bukan ya Rasulullah. Kuda saya sudah dewasa. Ini induk kuda, bukan anak  kuda.”
Nabi tertawa, “Bagaimana mungkin?  induk kuda pun anak kuda juga bukan? Apakah anak kucing?” Sahabat itu terpingkal-pingkal setelah menyadari kebodohannya.
Pada hari yang berbeda beliau melihat seorang sahabat sedang makan kurma dalam keadaan matanya yang sebelah sakit. Nabi bertanya kaget, “Hai, sungguh mengherankan. Bagaimana caranya engkau memakan kurma , padahal matamu yang sebelah sedang sakit?”
Sahabat itu tahu Nabi sedang bercanda. Dengan nada yang sama ia menjawab, “Saya makan dengan mata yang sebelahnya lagi ya Rasulullah.”
Nabi saw memang  suka berkelakar  untuk menghidupkan suasana ceria dengan para sahabatnya. Sehingga hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin berlangsung wajar dan tidak kaku.

Pernah Rasulullah terlambat tiba di masjid ketika para sahabat sudah ramai berkumpul. Biasanya Rasulullah sudah berada lebih dahulu di mesjid  sebelum para sahabat berdatangan.
Melihat  Nabi saw muncul dipintu mesjid, para sahabat langsung berdiri untuk menghormati kehadirannya.
Beliau segera mencegah seraya berkata, “Janganlah kalian berdiri menyambut kedatanganku. Aku  bukan raja. Aku cuma seorang hamba Allah yang makan dan minum seperti kalian juga.”
Abu Hurairah pernah pagi-pagi bercerita kepada para sahabatnya, “Aku baru saja ditengok Rasulullah, padahal aku hanya sakit gigi.”

Ketika Rasulullah tidak melihat orang tua yang biasa membersihkan mesjid, beliau bertanya kepada para sahabatnya, “Kenapa orang tua itu tidak datang? Sakitkah dia, atau ada halangan yang lainya?”
Seorang sahabat menerangkan, “Orang tua itu meninggal dunia kemarin dan telah dikebumikan  dengan baik.”
Nabi  terperanjat. Beliau bertanya, “Mengapa tidak ada seorangpun yang memberitahukan hal itu kepadaku?”
Para sahabat berdalih, bahwa kematian seorang tua adalah soal biasa. Sedangkan Rasululah Nampak selau  sibuk. Jadi mereka berpendapat tidak perlu menggambarkan hal itu kepada beliau.
Nabi menyesal sekali dan wajahnya  berubah muram. Beliau lantas menanyakan dimana kuburannya. Seorang sahabat menyahut, “Jauh sekali Rasulullah.”
Nabi tetap bersikeras untuk menziarahi kuburannya. Beliau memperingatkan bahwa semua manusia memiliki derajat yang sejajar. Manusia berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Jangan memperdayakan seseorang dari yang lainnya. Tidak ada kelebihan orang kulit putih disbanding dengan orang kulit hitam. Tidak ada kelebihan bangsa Arab daripada bangsa Ajam. Semua dinilai dari kadar takwa masing-masing.
Seperti yang dikatakan, akhirnya Nabi berziarah ke makam orang tua itu walaupun tempatnya jauh sekali dan amat terpencil. Matahari panas terik, sampai Nabi menderita sakit kepala. Pada waktu kembali ke Madinah dari luar  kota tempat dikuburkannya orang tua itu, pakaiannya basah kuyup oleh keringat, matanya pedih dan merah, namun wajahnya berseri-seri karena merasa lega. [sumber:  30 Kisah Teladan, Aburrahman Ar-Raisi, Penerbit Rosda Karya]

Kisah Orang Gancet saat berzina

Tidak ada fatwa di kota Madinah jika disana masih hidup Imam Malik .
__Sebuah idiom yg masyhur yg menggambarkan keagungan salah satu Imam Mazhab ini. Sebenarnya hal itu dilatarbelakangi sebuah kejadian langka :
Ada seorang pelacur cantik di kota Madinah. Kemasyhuran serta godaannya telah membawa fitnah para lelaki dan menggusarkan istri-istri mereka . Tiba-tiba pelacur itu mati . Dan yang menjadi mas'alah para wanita penduduk madinah tidak ada yg sudi untuk memandikannya .
Keluarga pelacur yg terpaksa mencari kesana kemari wanita-wanita yg bersedia memandikannya, ahirnya ketemu seorang wanita yg bersedia tetapi dia meminta upah yg sangat tinggi.
Sesudah di sepakati harganya, mulailah wanita itu memandikan . Begitu tangannya mengosok dan membersihkan kotor-kotoran di kelamin pelacur itu , dia berkata :
" Duhai , kemaluan yg telah sekian lama berbuat dosa. Sudah berapa kali , seumur hidupmu , engkau melakukannya wahai kemaluan? "
Tiba-tiba tangan wanita itu menempel erat tak dapat di pisahkan dari kemaluan pelacur . Keadaan yg membuat Madinah menjadi gempar !.
Karena apa yg mesti dilakukan terhadap wanita tersebut ?. Orang-orang berbeda pendapat :
1. Tangannya di potong dan di ikutkan dalam jenasah pelacur.
2. Kemaluan wanita itu di potong dan dibiarkan menempel di tangan si wanita.
3. Kedua-duanya sama-sama di kuburkan.
Tiga pilihan yg tidak mungkin dilakukan.
Tetapi Imam Malik saat dimintai fatwanya atas kejadian tersebut beliau berkata :
" Tanyakan dahulu kepada wanita itu , apa yg dilakukannya sesaat sebelum tangannya menempel ?"
Wanita tersebut akhirnya bercerita tentang ucapannya disaat memegang kemaluan Pelacur tsb. Mendengar pengakuan itu Imam Malik berfatwa :
" Jilidlah wanita itu 80 kali , karena dia telah melontarkan tuduhan berzina tanpa mendatangkan saksi . Nanti sesudah ia jalani jilid nya maka tangannya akan terlepas kembali . "
Dan benar apa yg di katakan beliau . Sesudah wanita tersebut di cambuk 80 kali , terlepaslah tangannya dari lengketan kelamin pelacur itu sehingga dapat kemudian dikuburkan jenazahnya.
Penduduk madinahpun berkomentar : " Tidak ada Fatwa [ dari orang lain ] di Madinah jika ada Imam Malik "
___ Sesungguhnya ada hikmah besar dari kisah unik ini. Yaitu kehormatan seorang mukmin meskipun sebejat apapun dia tetap akan di jaga dan di bela oleh Allah Azza Wajalla. Apalagi jika kehormatan orang-orang shalih diantara mereka.
Hati-hatilah membicarakan para Shalihin dan para Kekasih Allah . Karena pembelaan Allah dan kecemburuan-Nya jauh teramat besar.
Semoga bermanfaat.

TIGA PEMBOHONG

Dinukil dari kitab Hilyatul Auliya' Abu Nu'aim
" من ادعى ثلاثا بغير ثلاث فهو كذاب : من ادعى حب الله بغير ورع عن محارمه فهو كذاب ، ومن ادعى حب الجنة من غير إنفاق ماله فهو كذاب ، ومن ادعى حب النبي صلى الله عليه وسلم من غير حب الفقراء فهو كذاب "
Hatim Al Ashom berkata :
Barang siapa mengaku 3 perkara tanpa adanya 3 perkara lainnya maka dia disebut sebagai PEMBOHONG.
1. Barang siapa mengaku cinta kpd Allah tetapi dia tidak menjaga diri dari larangan2 Allah maka dia seorang PEMBOHONG.
2. Barang siapa mengaku cinta syurga tetapi dia tidak menginfaqkan hartanya maka dia seorang PEMBOHONG.
3. Barang siapa mengaku cinta kpd Nabi shollallohu alaihi wasallam tetapi dia tidak cinta kepada orang2 faqir maka dia seorang PEMBOHONG.

wallohu a'lam.
حلية الأولياء
الإمام الحافظ أبو نعيم
Semoga bermanfaat

Mencium Tangan Orang Tua dan Orang Alim

Perlu diketahui bahwa mencium tangan orang yang saleh, penguasa yang bertakwa dan orang kaya yang saleh adalah perkara mustahabb (sunnah) yang disukai Allah. Hal ini berdasarkan hadits-hadits Rasulullah dan dan atsar para sahabat, yang akan kita sebutkan berikut ini.
Di antaranya, hadits riwayat al-Imam at-Tirmidzi dan lainnya, bahwa ada dua orang Yahudi bersepakat menghadap Rasulullah. Salah seorang dari mereka berkata: “Mari kita pergi menghadap -orang yang mengaku- Nabi ini untuk menanyainya tentang sembilan ayat yang Allah turunkan kepada Nabi Musa”. Tujuan kedua orang Yahudi ini adalah hendak mencari kelemahan Rasulullah, karena beliau adalah seorang yang Ummi (tidak membaca dan tidak menulis). Mereka menganggap bahwa Rasulullah tidak mengetahui tentang sembilan ayat tersebut. Ketika mereka sampai di hadapan Rasulullah dan menanyakan prihal sembilan ayat yang diturunkan kepada Nabi Musa tersebut, maka Rasulullah menjelaskan kepada keduanya secara rinci tidak kurang suatu apapun. Kedua orang Yahudi ini sangat terkejut dan terkagum-kagum dengan penjelasan Rasulullah. Keduanya orang Yahudi ini kemudian langsung mencium kedua tangan Rasulullah dan kakinya. Al-Imam at-Tarmidzi berkata bahwa kulitas hadits ini Hasan Shahih#.
Abu asy-Syaikh dan Ibn Mardawaih meriwayatkan dari sahabat Ka’ab ibn Malik, bahwa ia berkata: “Ketika turun ayat tentang (diterimanya) taubat-ku, aku mendatangi Rasulullah lalu mencium kedua tangan dan kedua lututnya”#.
Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya al-Adab al-Mufrad bahwa sahabat ‘Ali ibn Abi Thalib telah mencium tangan al-‘Abbas ibn ‘Abd al-Muththalib dan kedua kakinya, padahal ‘Ali lebih tinggi derajatnya dari pada al-‘Abbas. Namun karena al-‘Abbas adalah pamannya sendiri dan seorang yang saleh maka dia mencium tangan dan kedua kakinya tersebut#.
Demikian juga dengan ‘Abdullah ibn ‘Abbas, salah seorang dari kalangan sahabat yang masih muda ketika Rasulullah meninggal. ‘Abdullah ibn ‘Abbas pergi kepada sebagian sahabat Rasulullah lainnya untuk menuntut ilmu dari mereka. Suatu ketika beliau pergi kepada Zaid ibn Tsabit, salah seorang sahabat senior yang paling banyak menulis wahyu. Saat itu Zaid ibn Tsabit sedang keluar dari rumahnya. Melihat itu, dengan cepat ‘Abdullah ibn ‘Abbas memegang tempat pijakan kaki dari pelana hewan tunggangan Zaid ibn Tsabit. ‘Abdullah ibn ‘Abbas menyongsong Zaid untuk menaiki hewan tunggangannya tersebut. Namun tiba-tiba Zaid ibn Tsabit mencium tangan ‘Abdullah ibn ‘Abbas, karena dia adalah keluarga Rasulullah. Zaid ibn Tsabit berkata: “Seperti inilah kami memperlakukan keluarga Rasulullah”. Padahal Zaid ibn Tsabit jauh lebih tua dari ‘Abdullah ibn ‘Abbas. Atsar ini diriwayatkan oleh al-Hafizh Abu Bakar ibn al-Muqri dalam Juz Taqbil al-Yad.
Ibn Sa’d juga meriwayatkan dengan sanad-nya dalam kitab Thabaqat dari ‘Abd ar-Rahman ibn Zaid al-‘Iraqi, bahwa ia berkata: “Kami telah mendatangi Salamah ibn al-Akwa’ di ar-Rabdzah. Lalu ia mengeluarkan tangannya yang besar seperti sepatu kaki unta, kemudian dia berkata: “Dengan tanganku ini aku telah membaiat Rasulullah”. Oleh karenanya lalu kami meraih tangan beliau dan menciumnya”#.
Juga telah diriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa al-Imam Muslim mencium tangan al-Imam al-Bukhari. Al-Imam Muslim berkata kepadanya:
وَلَوْ أَذِنْتَ لِيْ لَقَبَّلْتُ رِجْلَكَ.
“Seandainya anda mengizinkan pasti aku cium kaki anda”#.
Dalam kitab at-Talkhish al-Habir, al-Hafizh Ibn Hajar al-‘Asqalani menuliskan sebagai berikut: “Tentang masalah mencium tangan ada banyak hadits yang dikumpulkan oleh Abu Bakar ibn al-Muqri, beliau mengumpulkannya dalam satu juz penuh. Di antaranya hadits ‘Abdullah ibn ‘Umar, dalam menceritakan suatu peristiwa di masa Rasulullah, beliau berkata:
فَدَنَوْنَا مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْنَا يَدَهُ وَرِجْلَهُ (رواه أبو داود)
“Maka kami mendekat kepada Rasulullah lalu kami cium tangan dan kakinya”. (HR. Abu Dawud)
Di antaranya juga hadits Shafwan ibn ‘Assal, dia berkata: “Ada seorang Yahudi berkata kepada temannya: Mari kita pergi kepada Nabi ini (Muhammad). Kisah lengkapnya seperti tertulis di atas. Kemudian dalam lanjutan hadits ini disebutkan:
فَقَبَّلاَ يَدَهُ وَرِجْلَهُ وَقَالاَ: نَشْـهَدُ أَنَّكَ نَبِيٌّ.
“Maka keduanya mencium tangan Nabi dan kakinya lalu berkata: Kami bersaksi bahwa engkau seorang Nabi”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Para Penulis Kitab-kitab Sunan (al-Imam at-Tirmidzi, al-Imam an-Nasa’i, al-Imam Ibn Majah, dan al-Imam Abu Dawud) dengan sanad yang kuat.
Juga hadits az-Zari’, bahwa ia termasuk rombongan utusan ‘Abd al-Qais, bahwa ia berkata:
فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
“Maka kami bergegas turun dari kendaraan kami lalu kami mencium tangan Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wa Sallam”. (HR. Abu Dawud)
Dalam hadits tentang peristiwa al-Ifk (tersebarnya kabar dusta bahwa as-Sayyidah ‘Aisyah berbuat zina) dari 'Aisyah, bahwa ia berkata: “Abu Bakar berkata kepadaku:
قُوْمِيْ فَقَبِّلِيْ رَأْسَهُ.
“Berdirilah dan cium kepalanya (Rasulullah)”. (HR. Ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir)#.
Dalam kitab sunan yang tiga (Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasa-i) dari ‘Aisyah, bahwa ia berkata:
مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَشْبَهَ سُمْتًا وَهَدْيَا وَدَلاًّ بِرَسُوْلِ اللهِ مِنْ فَاطِمَةَ، وَكَانَ إِذَا دَخَلَتْ عَلَيْهِ قَامَ إِلَيْهَا فَأَخَذَ بِيَدِهَا فَقَبَّلَهَا وَأَجْلَسَهَا فِيْ مَجْلِسِهِ، وَكَانَتْ إِذَا دَخَلَ عَلَيْهَا قَامَتْ إِلَيْهِ فَأَخَذَتْ بِيَدِهِ فَقَبَّلَتْهُ، وَأَجْلَسَتْهُ فِيْ مَجْلِسِهَا.
“Aku tidak pernah melihat seorangpun lebih mirip dengan Rasulullah dari Fathimah dalam sifatnya, cara hidup dan gerak-geriknya. Ketika Fathimah datang kepada Rasulullah, maka Rasulullah berdiri menyambutnya lalu mengambil tangan Fathimah, kemudian Rasulullah mencium Fathimah dan membawanya duduk di tempat duduk beliau. Dan apabila Rasulullah datang kepada Fathimah, maka Fathimah berdiri menyambutnya lalu mengambil tangan Rasulullah, kemudian mencium Rasulullah, setelah itu ia mempersilahkan beliau duduk di tempatnya”.
Demikian penjelasan al-Hafizh Ibn Hajar dalam kitab at-Talkhish al-Habir.
Dalam hadits yang terakhir disebutkan, juga terdapat dalil tentang kebolehan berdiri untuk menyambut orang yang masuk datang ke suatu tempat, jika memang bertujuan untuk menghormati bukan untuk menyombongkan diri dan menampakkan keangkuhan.
Sedangkan hadits riwayat al-Imam Ahmad dan al-Imam at-Tirmidzi dari Anas ibn Malik yang menyebutkan bahwa para sahabat jika mereka melihat Rasulullah mereka tidak berdiri untuknya karena mereka mengetahui bahwa Rasulullah tidak menyukai hal itu, hadits ini tidak menunjukkan kemakruhan berdiri untuk menghormati. Pemaknaan hadits ini bahwa Rasulullah tidak menyukai hal itu karena beliau takut akan diwajibkan hal itu atas para sahabat. Dengan demikian, Rasulullah tidak menyukai hal itu karena beliau menginginkan keringanan bagi ummatnya. Sebagaimana sudah diketahui bahwa Rasulullah kadang suka melakukan sesuatu tapi ia meninggalkannya meskipun ia menyukainya karena beliau menginginkan keringanan bagi ummatnya.
Sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Abu Dawud dan al-Imam at-Tirmidzi bahwa Rasulullah bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَتَمَثَّلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ (رَوَاه أبو دَاوُد والتّرمذيّ)
berdiri yang dilarang dalam hadits ini adalah berdiri yang biasa dilakukan oleh orang-orang Romawi dan Persia kepada raja-raja mereka. Jika mereka ada di suatu majelis lalu raja mereka masuk, maka mereka berdiri untuk raja tersebut dengan Tamatstsul; artinya berdiri terus hingga sang raja pergi meninggalkan majelis atau tempat tersebut. Ini yang dimaksud dengan Tamatstsul dalam bahasa Arab.
Sedangkan riwayat yang disebutkan oleh sebagian orang bahwa Rasulullah menarik tangannya dari tangan orang yang hendak menciumnya, ini adalah hadits yang sangat lemah menurut ahli hadits#.
Maka sangat aneh bila ada orang yang menyebut-nyebut hadits dla’if ini dengan tujuan menjelekkan perbuatan mencium tangan. Bagaimana dia meninggalkan sekian banyak hadits shahih yang membolehkan mencium tangan, dan dia berpegangan dengan hadits yang sangat lemah untuk melarangnya!? Hasbunallah.
Sumber :
http://pustaka.islamnet.web.id/…/Mencium%20Tangan%20Orang%2…

Kisah Nabi Isa dengan Gunung

Dinukil dari kitab Tambihul Ghofilin Abul Laits As Samarqondi

وَرُوِيَ فِي الْخَبَرِ أَنَّ عِيسَى عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، مَرَّ بِقَرْيَةٍ، وَفِي تِلْكَ الْقَرْيَةِ جَبَلٌ، وَفِي الْجَبَلِ بُكَاءٌ وَانْتِحَابٌ كَثِيرٌ فَقَالَ لِأَهْلِ الْقَرْيَةِ: مَا هَذَا الْبُكَاءُ وَهَذَا الِانْتِحَابُ فِي هَذَا الْجَبَلِ؟

Diriwayatkan dalam khobar bahwa sesungguhnya Nabi Isa alaihis sholatu was salam melewati sebuah desa dan di desa tersebut terdapat sebuah gunung, di dalam gunung terdapat tangisan dan ratapan yg banyak sekali.
Kemudian Nabi Isa berkata kpd penduduk desa :
" Tangisan dan ratapan apa yg ada di gunung ini ?"

قَالُوا يَا عِيسَى: مُنْذُ سَكَنَّا هَذِهِ الْقَرْيَةَ نَسْمَعُ هَذَا الْبُكَاءَ، وَهَذَا الِانْتِحَابُ بِهَذَا الْجَبَلُ، فَقَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ: يَا رَبُّ ائْذَنْ لِهَذَا الْجَبَلِ أَنْ يُكَلِّمَنِي، فَأَنْطَقَ اللَّهُ الْجَبَلَ، فَقَالَ: يَا عِيسَى مَا أَرَدْتَ مِنِّي؟ قَالَ: أَخْبِرْنِي بِبُكَائِكَ وَانْتِحَابِكَ مَا هُوَ؟

penduduk desa berkata :
" Wahai Nabi Isa, semenjak kami tinggal disini kami telah mendengar tangisan dan ratapan pada gunung ini ."
Nabi Isa berkata :
" Wahai Tuhanku, izinkanlah gunung ini utk berbicara denganku."
Kemudian Allah menjadikan gunung bisa berbicara :
" Wahai Isa, apa yg kau inginkan dariku ?"
" kabarkanlah padaku tentang tangisan dan ratapanmu ."
jawab Nabi Isa.

قَالَ: يَا عِيسَى أَنَا الْجَبَلُ الَّذِي كَانَتْ تَنْحَتُ مِنِّي الْأَصْنَامُ، الَّتِي يَعْبُدُونَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ، فَأَخَافُ أَنْ يُلْقِيَنِي اللَّهُ تَعَالَى فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَإِنِّي سَمِعْتُ اللَّهَ يَقُولُ: {فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ} [البقرة: 24] ،

فأوحى الله تعالى إلى عيسى عليه الصلاة والسلام، أَنْ قُلْ لِلْجَبَلِ: اسْكُنْ فَإِنِّي قَدْ أَعَذْتُهُ مِنْ جَهَنَّمَ،

gunung berkata :
" Wahai Isa, aku adalah gunung yg dulu berhala2 dipahat dari batuku kemudian orang2 menyembahnya dari selain Allah, maka aku takut jika Allah melemparkanku ke dalam neraka jahannam, sesungguhnya aku mendengar Allah berfirman :
" maka peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu "
(albaqoroh ayat 24)
Kemudian Allah memberi wahyu kpd Nabi Isa alaihis sholat was salam :
" katakanlah kpd gunung :' tenanglah karena sesungguhnya aku telah melindunginya dari neraka jahannam "

فَالْحِجَارَةُ مَعَ صَلَابَتِهَا وَشِدَّتِهَا، تَخَافُ اللَّهَ فَكَيْفَ لَا يَكُونُ الْمِسْكِينُ الضَّعِيفُ ابْنُ آدَمَ يَخَافُ مِنَ النَّارِ، وَلَا يَتَعَوَّذُ بِاللَّهِ مِنْهَا، يَا ابْنَ آدَمَ احْذَرْ مِنْهَا، وَإِنَّمَا الْحَذَرُ مِنْهَا بِاجْتِنَابِ الذُّنُوبِ فَإِنَّ الذُّنُوبَ تَسْتَوْجِبُ عَلَى الْعَبْدِ سَخَطَ اللَّهِ تَعَالَى وَعَذَابَهُ، وَلَا طَاقَةَ لَكَ بِعَذَابِ اللَّهِ تَعَالَى.

Batu yg sangat keras saja takut kepada Allah, bagaimana seorang miskin yg lemah yaitu anak cucu Adam tidak takut dari neraka dan tdk meminta perlindungan Allah dari neraka ?
Wahai anak cucu Adam, takutlah darinya, ketakutan darinya hanyalah dengan menjauhi perbuatan dosa, karena sesungghnya pebuatan dosa mewajibkan seorang hamba mendapatkan murka dan siksaan Allah dan Engkau tdk akan kuat dengan siksaan Allah ta'ala ."

Wallohu a'lam.

تنبيه الغافلين
ابو الليث السمرقندى

اَللَّهُمَّ إِنِّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ

Ya Allah, Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam

Aamiin...

Tajwid

http://lembayungsurga.files.wordpress.com/2014/03/pdf.pdf << link Tajwid lainBAMWI BIN MUHAMMAD BIN AL SYAWALI

【 01 】MUQADDIMAH

DAN BACALAH AL
QURAN ITU DENGAN
PERLAHAN-LAHAN ( QS.
AL MUZZAMMIL : 4 )
- TERJEMAHAN KITAB
HIDAYATUSH SHIBYAAN -
【 DAFTAR ISI 】
1. Muqaddimah dari
pengarang
2. Bab hukum-hukumnya
tanwin dan nun mati
3. Bab hukum-hukumnya
mim dan nun yg
bertasydid
4. Bab idqham
5. Bab hukum-hukumnya
lam ta'rif/al ta'rif dan lam
fi'il
6. Bab huruf-huruf
tafkhim ( huruf yg di baca
tebal )
7. Bab huruf qalqalah
8. Bab huruf-huruf mad
dan macam-macamnya
9. Bab saktah
10. Hukum nunnya lafazd
ana
11. Uu panjang
12. Uu pendek
13. Dzalnya lafazd idz
14. Dzalnya lafazd qad
15. Ta'ta'nits
16. Lafazd balaa
17. Lafazd kadzaalika
18. Haram waqaf
19. Tanda-tanda waqaf
20. Bab bacaan-bacaan
21. Bab sujud tilawah
22. Bab makhraj
23. Keutamaan al quran
24. Adab membaca al
quran
25. Wirid al quran

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ◇ ﻋَﻠَﻰ
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺍﻟْﻤُﺼْﻄَﻔَﻰ ﺣَﺒِﻴْﺒِﻨَﺎ ◇ ﻭَﺃﻟِﻪِ
ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺍ ◇ ﻭَﻫَﺎﻙَ ﻓِﻰ
ﺍﻟﺘَّﺠْﻮِﻳْﺪِ ﻧَﻈْﻤًﺎ ﺣُﺮِّﺭَﺍ
Dengan menyebut nama
allah yg maha pemurah
lagi maha penyanyang.
Segala puji bagi allah
semoga tuhan kami
( allah ) melimpahkan
rahmat ta'zhim dan salam
sejahtera kepada junjungan
kita nabi muhammad saw.
Yg menjadi kekasih kita.
Kepada keluarga dan
sahabat beliau. Dan
kepada orang yg membaca
al quran dengan baik. Dan
pelajarilah ilmu tajwid yg
berbentuk nazham ini.
ﺳَﻤَّﻴْﺘُﻪُ ﻫِﺪَﺍﻳَﺔَ ﺍﻟﺼِّﺒْﻴَﺎﻥِ ◇ ﺍَﺭْﺟُﻮﺍﻟَِﻪِ
ﻏَﺎﻳَﺔَ ﺍﻟﺮِّﺿْﻮَﺍﻥِ
Nazham ini saya beri nama
HIDAYATUSH SHIBYAN
saya hanya berharap
muda-mudahan nazham
ini mendapat ridla allah
swt.
KETERANGAN :
Sebelum terjemahan ini
kami ( penterjemah )
lanjutkan, mari kita pelajari
dulu tentang
1. Ilmu tajwid
2. Tujuan ilmu tajwid
3.
Hukumnya belajar ilmu
tajwid.
ILMU TAJWID : yaitu ilmu
yg di pergunakan untuk
mengetahui tempat
keluarnya huruf
( makhraj ) dan sifat-
sifatnya serta bacaan-
bacaannya.
TUJUAN ILMU TAJWID :
ialah agar supaya orang
dapat membaca ayat-ayat
al quran dengan fasih
( terang dan jelas ) dan
cocok dengan ajaran nabi
muhammad saw. Serta
dapat menjaga lisannya
dari kesalahan-kesalahan
ketika membaca al quran.
HUKUMNYA BELAJAR
ILMU TAJWID : itu wajib
kifayah, tetapi
mengamalkan ilmu tajwid
wajib ain bagi orang islam,
baik laki-laki maupun
.wanita

【 02 】BAB HUKUM -
HUKUMNYA TANWIN
DAN NUN MATI

ﺍَﺣْﻜَﺎﻡُ ﺍﻟﺘَﻨْﻮِﻳْﻦٍ ﻭَﻧُﻮْﻥٍ ﺗَﺴْﻜُﻦُ ◇
ﻋِﻨْﺪَﺍﻟْﻬِﺠَﺎﺀِ ﺧَﻤْﺴَﺔٌ ﺗُﺒَﻴَّﻦُ ◇
ﺍِﻇْﻬَﺮُﺍِﺩْﻏَﺎﻡٌ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻐُﻨَّﺔِ ﺍَﻭْ ◇ ﺑِﻐَﻴْﺮِ
ﻫَﺎﻭَﺍﻟْﻘَﻠْﺐُ ﻭَﺍْﻷِﺧْﻔَﺎ ﺭَﻭَﻭْﺍ
TANWIN atau NUN MATI
apabila bertemu dengan
salah satu huruf hijaiyyah
maka hukumnya ada 5
baca'an :
1. di baca IZH-HAR HALQI
2. di baca IDGHAM
BIGHUNNAH
3. di baca IDGHAM
BILAGHUNNAH
4. di baca IQLAB
5. di baca IKHFA
( PENJELASAN )
HURUF-HURUF
HIJAIYYAH : huruf hijaiyyah
itu jumlahnya ada 28
yaitu :
ﺍ alif
ﺏ ba
ﺕ Ta
ﺙ tsa
ﺝ jim
ﺡ ha
ﺥ kha
ﺩ dal
ﺫ dzal
ﺭ ra
ﺯ za
ﺱ sin
ﺵ syin
ﺹ shad
ﺽ dlad
ﻁ tha
ﻅ zha
ﻉ ain
ﻍ ghin
ﻑ fa
ﻕ qaf
ﻙ kaf
ﻝ lam
ﻡ mim
ﻥ nun
ﻭ wawu
ﻩ ha
ﻱ ya
IZH-HAR : izh-har yaitu
membaca dengan terang
atau mengeluarkan huruf
dari makhrajnya dengan
tiada bercampur ghunnah
( mendengung ) dan
tasydid.
HALQI : halqi artinya
tenggorokan, huruf halqi
artinya huruf yg keluarnya
berasal dari tenggorokan.
IDGHAM : idgham artinya
memasukkan huruf satu
ke dalam huruf yg lain
( berikutnya )
GHUNNAH : ghunnah
artinya bacaan yg
berdengung.
BILAGHUNNAH : artinya
tidak mendengung.
IQLAB : iqlab artinya
mengganti nun ( ﻥ )
atau
tanwin dengan bacaan
mim ( ﻡ )
yg di samarkan dan
dengan mendengung.
IKHFA : artinya samar.
( CATATAN )
A. ketika membaca bacaan
idgham itu huruf yg
pertama berupa NUN ( ﻥ )
seakan-akan campur
menjadi satu dengan huruf
yg sesudahnya dan
bacaannya dengan
mendengung.
B. dalam membaca bacaan
IDGHAM BILAGHUNNAH
itu bacaan TANWIN atau
NUN ( ﻥ )
adalah seperti
bacaan huruf sesudahnya
tetapi tidak mendengung.
PENJELASAN :
Yg di maksud TANWIN
seperti tanda ini :
( ً )
( ٍ )
( ٌ )
ﻓَﻈْﻬِﺮْ ﻟَﺬَﻯ ﻫَﻤْﺰٍ ﻓَﻬَﺎﺀٍ ﺣَﺎﺀِ ◇
ﻭَﺍﻟْﻌَﻴْﻦِ ﺛُﻢَّ ﺍﻟْﻐَﻴْﻦِ ﺛُﻢَّ ﺍﻟْﺨَﺎﺀِ
Apabila ada TANWIN
atau NUN MATI bertemu
dengan salah satu huruf
halaq, hukumnya wajib di
baca IZH-HAR HALQI.
adapun huruf halaq itu
jumlahnya ada 6 . yaitu :
1. hamza ( ﺀ (
2. ha' ( ﻩ (
3. ain ( ﻉ (
4. ghin ( ﻍ (
5. kha ( ﺡ (
6. qha ( ﺥ )
Contonya :
A. TANWIN bertemu
dengan salah satu huruf
halaq 6 .
1. hamza :
ﻏَﺎﺳِﻖٍ ﺍِﺫَﺍﻭَﻗَﺐَ - ﻛُﻞٌّ ﺁﻣَﻦَ
2. ha' :
ﺳَﻠَﺎﻡٌ ﻫِﻲَ - ﻗَﻮْﻡٍ ﻫَﺎﺩٍ
3. ain :
ﻓِﻰ ﺟَﻨَّﺔٍ ﻋَﺎﻟِﻴَﺔٍ - ﻏَﻨِﻲٌّ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ
4. ghin :
ﻋَﺰِﻳْﺰٌﻏَﻔُﻮْﺭٌ - ﺍَﺟْﺮٌﻏَﻴْﺮُﻣَﻢٍﻥْﻮُﻧْ
5. kha :
ﺣَﻤِﻴْﻢٌ ﺣَﻤِﻴْﻤًﺎ - ﻧَﺎﺭٌﺣَﺎﻣِﻴَﺔٌ
6. qha :
ﻧِﺪَﺍﺀًﺧَﻔِﻴًّﺎ - ﻳَﻮْﻡَﺀِﺫٍﺧَﺎﺵِﻋَﺔٌ
B. NUN MATI bertemu
dengan salah satu huruf
halaq 6 .
1. hamza :
ﻣَﻦْ ﺍَﺫِﻥَ - ﻳَﻦْﺀَﻭْﻥَ
2. ha' :
ﻋَﻨْﻪُ - ﺍَﻧْﻬَﺎﺭٍ
3. ain :
ﺍَﻧْﻌَﻤْﺖَ - ﻣِﻦْ ﻋِﻠْﻢٍ
4. ghin :
ﻓَﺴَﻴُﻨْﻐِﻀُﻮْﻥَ - ﻣِﻦْ ﻏِﻞٍّ
5. kha :
ﺍِﻥْ ﺣَﻜَﻤْﺖَ - ﻭَﺍ ﻧْﺤَﺮْ
6. qha :
ﻣِﻦْ ﺧَﻮْﻑٍ - ﻣِﻦْ ﺧَﻴﺮٍْ
ﻭَﺍﺩْﻏِﻢْ ﺑِﻐُﻨَّﺔٍ ﺑِﻴَﻨْﻤُﻮْ ﻻَﺍِﺫَﺍ ◇ ﻛَﺎﻥَ
ﺑِﻜِﻠْﻤَﺔٍ ﻛَﺪُﻧْﻴَﺎ ﻓَﺎﻧْﺒِﺬَﺍ
Apabila ada TANWIN
atau NUN MATI bertemu
dengan salah satu huruf :
ﻳَﻨْﻤُﻮْ
ya ( ﻱ )
nun ( ﻥ )
mim ( ﻡ )
wawu ( ﻭ )
maka hukumnya
wajib di baca idgham
bighunnah.
Contohnya :
A. TANWIN bertemu
dengan salah satu huruf
YANMU ( ﻳَﻨْﻤُﻮْ (
1. Ya :
ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍﻳَﺼْﺪُﺭُ - ﺑِﺮْﻕٌ ﻳَﺠْﻌَﻠُﻮْﻥَ
2. Nun :
ﻋِﻈَﺎ ﻣًﺎﻧَﺨِﺮَﺓً -
ﺣِﻄَّﺔٌ ﻧَﻐْﻔِﺮْﻟَﻜُﻢْ
3. Mim :
ﺣَﺒْﻞٌ ﻣِﻦْ ﻣَﺴَﺪٍ - ﻋَﺴَﻞٍ ﻣُﺼَﻒًّ
4. Wawu :
ﺍَﺏِ ﻟَﻬَﺐٍ ﻭَﺗَﺐَّ - ﻳَﻮْ ﻣَﺌِﺬٍﻭَﺍ ﻫِﻴَﺔٌ
B. NUN MATI bertemu
dengan salah satu huruf
YANMU ( ﻳَﻨْﻤُﻮْ (
1. Ya :
ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ - ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻮْﻝُ
2. Nun :
ﻣِﻦْ ﻧُﻄْﻔَﺔٍ - ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺲٍ
3. Mim :
ﻣِﻦْ ﻣَﺴَﺪٍ - ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻝٍ
4. Wawu :
ﻣِﻦْ ﻭَﻟِﻲٍّ - ﻣِﻦْ ﻭَﺍﻝٍ
Apabila ada
NUN MATI bertemu
dengan salah satu huruf
YANMU dalam satu
kalimah, hukumnya tidak
boleh di baca IDGHAM
tetapi wajib di baca IZH-
HAR.
Contohnya :
1. ﺩُﻧْﻴَﺎ
.2 ﺑُﻨْﻴَﺎ
.3 ﻗِﻨْﻮَﺍﻥٌ
.4 ﺻِﻨْﻮَﺍﻥٌ
ﻭَﺍﺩْ ﻏِﻢْ ﺑِﻼَ ﻏُﻨَّﺔٍ ﻓِﻰ ﻻَﻡٍ ﻭَﺭَﺍ ◇
Apabila ada TANWIN
atau NUN MATI bertemu
dengan LAM ( ﻝ ) atau
RA' ( ﺭ )
hukumnya wajib di baca
IDGHAM BILAGHUNNAH.
Contohnya :
TANWIN bertemu dengan
salah satu huruf lam atau
ra :
1. Lam :
ﻓَﻮَﻳْﻞٌ ﻟِﻠْﻤُﺼَﻠِّﻴْﻦَ - ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎ ﻟَﻤِﻴْﻦَ
2. Ra' :
ﻓِﻰ ﻋِﻴْﺸَﺔٍﺭَﺍ ﺿِﻴَﺔٍ - ﺭَﺅُﻑٌ ﺭَﺣِﻴْﻢٌ
NUN MATI bertemu
dengan salah satu huruf
lam atau ra :
1. Lam :
ﻟَﺌِﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻨْﺘَﻪِ - ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧْﻪُ
2. Ra :
ﻣِﻦْ ﺭُﺳُﻠِﻪِ - ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ
ﻭَﻟْﻘَﻠْﺐُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﺒَﺎﺀِ ﻣِﻴْﻤًﺎ ﺫُﻛِﺮَ ◇
Apabila ada TANWIN
atau NUN MATI bertemu
dengan huruf BA' ( ﺏ )
hukumnya wajib di baca
IQLAB.
Contohnya :
TANWIN bertemu dengan
huruf BA' :
ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍﺑِﺠَﻪَﻢَّﻧَ - ﺳَﻤِﻴْﻊٌ ﺑَﺼِﻴْﺮٌ
NUN MATI bertemu
dengan huruf BA' :
ﻛَﻠَّﺎ ﻟَﻴُﻨْﺒَﺬَ ﻥَّ - ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ
ﻭَﺍَﺧْﻔِﻴَﻦَّ ﻋِﻨْﺪَ ﺑَﺎﻗِﻰ ﺍْﻷَﺣْﺮُﻑِ ◇
ﺟُﻤْﻠَﺘُﻬَﺎ ﺧَﻤْﺴَﺔُ ﻋَﺸْﺮٍ ﻓَﺎﻋْﺮِﻑِ
Apabila ada TANWIN
atau NUN MATI bertemu
dengan salah satu huruf 15
ta ﺕ
tsa ﺙ
jim ﺝ
dal ﺩ
dzal ﺫ
za ﺯ
sin ﺱ
syin ﺵ
shad ﺹ
dhoh ﺽ
tha ﻁ
dzoh ﻅ
fa ﻑ
qaf ﻕ
kaf ﻙ
Hukumnya di baca IKHFA.
Adapun huruf ikhfa yaitu
huruf-huruf yg terdapat
pada awal setiap kalimat
nazham di bawah ini :
ﺻِﻒْ ﺫَﺍ ﺛَﻨَﺎ ﻛَﻢْ ﺟَﺎﺩَ ﺷَﺨْﺺٌ ﻗَﺪْﺳَﻤَﺎ
* ﺩُﻡْ ﻃَﻴِّﺒًﺎ ﺯِﺩْﻓِﻰ ﺗُﻘًﻰ ﺿَﻊْ ﻇَﺎ ﻟِﻤًﺎ

【 03 】BAB HUKUM-
HUKUMNYA MIM DAN
NUN YG BERTASYDID
DAN MIM YG MATI

ﻭَﻏُﻨَّﺔٌ ﻗَﺪْﺍَﻭْﺟَﺒُﻮْﻫﺎَ ﺍَﺑَﺪَﺍ ◇ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻤِﻴْﻢِ
ﻭَﺍﻟﻨُّﻮْﻥِ ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺷُﺪِّﺩَﺍ
Apabila ada MIM ( ﻡ ) atau
NUN ( ﻥ ) di beri tasydid,
maka
hukum bacaannya wajib
GHUNNAH
( mendengung ). Ini
menurut kesepakatan
ulama ahli tajwid.
Contohnya :
A. MIM di beri tasydid :
1.
ﻋَﻢَّ ﻳَﺘَﺴَﺎﺀَ ﻟُﻮْﻥَ
.2
ﻭَﺍ ﻣْﺮَ ﺃَﺗُﻪُ ﺣَﻤَّﺎ ﻟَﺔَ ﺍﻟْﺤَﻄَﺐِ
B. NUN di beri tasydid :
1.
ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻋْﻄَﻴْﻨَﺎﻙَ ﺍﻟْﻜَﻮْﺛَﺮَ
.2
ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ
ﻭَﺍﻟْﻤِﻴْﻢُ ﺇِﻥْ ﺗَﺴْﻜُﻦْ ﻟَﺪَ ﺍﻟْﺒَﺎﺗُﺨْﺘَﻔَﻰ ◇
ﻧَﺤْﻮُﻋْﺘَﺼِﻢْ ﺑِﺎﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻠْﻖَ ﺍﻟﺸَّﺮَﻑَ
Apabila ada MIM
MATI bertemu dengan
huruf BA ( ﺏ ) . maka
wajib di
baca IKHFA SYAFAWI.
Contohnya :
1.
ﺗَﺮْ ﻣِﻴْﻬِﻢْ ﺑِﺤِﺠَﺎ ﺭَﺓٍ
.2
ﺍِﻥَّ ﺭَﺑَّﻬُﻢْ ﺑِﻬِﻢْ
.3
ﺍِﻋْﺘَﺼِﻢْ ﺑِﺎ ﻟﻠَّﻪِ
ﻭَﺍﺩْ ﻏِﻢْ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻐُﻨَّﺔِ ﻋِﻨْﺪَ ﻣِﺜْﻠِﻬَﺎ ◇
apabila ada MIM
MATI bertemu dengan
huruf MIM ( ﻡ ) . maka
hukumnya wajib di baca
IDGHAM MITSLAIN MA'AL
GHUNNAH.
Contohnya :
1.
ﺍَﻃْﻌَﻤَﻬُﻢْ ﻣِﻦْ ﺟُﻮْﻉٍ
.2
ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﻛَﺴَﺒْﺘُﻢْ
.3
ﻛُﻢْ ﻣِﻦْ
ﻭَﺍﻇْﻬِﺮْ ﻟَﺪَﻯ ﺑَﻘِﻰ ﺍﻟْﺤُﺮُﻭْﻑِ ﻛُﻠِّﻬَﺎ ◇
Apabila ada MIM
MATI bertemu dengan
salah satu huruf hijaiyyah
selain BA ( ﺏ ) dan MIM
( ﻡ ) maka
hukumnya wajib di baca
IZH-HAR.
Contohnya :
ﺍ Alif
ﺕ Ta
ﺙ tsa
ﺝ jim
ﺡ ha
ﺥ kha
ﺩ dal
ﺫ dzal
ﺭ ra
ﺯ za
ﺱ sin
ﺵ syin
ﺹ shad
ﺽ dlad
ﻁ tha
ﻅ zha
ﻉ ain
ﻍ ghin
ﻑ fa
ﻕ qaf
ﻙ kaf
ﻝ lam
ﻥ nun
ﻭ wawu
ﻩ ha
ﻱ ya
ﻭَﺍﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﺍْﻷِﻇْﻬَﺎﺭِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﻔَﺎﺀِ ◇
ﻭَﺍﻟْﻮَﺍﻭِ ﻭَﺍﺣْﺬَﺭْﺩَﺍ ﻋِﻲَ ﺍْﻹِﺧْﻔَﺎﺀِ
Apabila ada MIM MATI
bertemu dengan huruf FA
( ﻑ )
atau WAWU ( ﻭ ) maka
hukumnya wajib di baca
IZH-HAR. jangan sekali-kali
di baca IKHFA.

【 04 】BAB IDGHAM
Baca'an idgham itu ada 6
macam :
1. IDGHAM MITSLAIN
SHAGHIR. yaitu bila ada
huruf dua yg sama
makhraj
dan sifatnya bertemu
menjadi satu, sedang huruf
yg pertama mati dan huruf
yg kedua hidup.
2. IDGHAM MITSLAIN
KABIR. yaitu apabila ada
huruf dua yg sama
makhraj dan sifatnya
bertemu menjadi satu,
sedangkan keduanya
hidup.
3. IDGHAM
MUTAJANISAIN SHAGHI.
yaitu apabila ada huruf
dua yg sama makhrajnya
tetapi berlainan sifatnya,
sedang huruf yg pertama
mati. baca'annya huruf yg
awal di masukkan ke
dalam huruf yg kedua.
4. IDGHAM
MUTAJANISAIN KHABIR.
yaitu apabila ada huruf
dua yg sama makhrajnya
tetapi berlainan sifatnya
dan kedua-duanya
merupakan huruf hidup.
5. IDGHAM
MUTAQARIBAIN SHAGHIR.
yaitu apabila ada dua
huruf yg berdekatan
makhraj dan sifatnya,
sedang huruf yg awal mati.
6. IDGHAM
MUTAQARIBAIN KABIR.
yaitu apabila ada dua
huruf yg berdekatan
makhraj dan sifatnya dan
keduanya hidup.
ﺇِﺩْﻏَﺎﻡُ ﻛُﻞِّ ﺳَﺎﻛِﻦٍ ﻗَﺪْ ﺍَﻭْﺟَﺒَﺎ ◇ ﻓِﻰْ
ﻣِﺜْﻠِﻪِ ﻛَﻘَﻮْﻟِﻪِ ﺇِﺫْﺩَ ﻫَﺒَﺎ
Apabila ada huruf dua
sama makhraj dan sifatnya
bertemu menjadi satu,
sedang yg pertama mati
dan huruf yg kedua hidup
maka hukumnya wajib di
baca IDGHAM MITSLAIN
SHAGHIR.
Contohnya :
1.
ﻳُﺪْﺭِﻛْﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ
.2
ﺍِﺫْﺫَﻫَﺐَ
.3
ﻓَﻤَﺎﺭَﺑِﺤَﺖْ ﺗِﺠَﺎﺭَﺗُﻬُﻢْ
.4
ﺑَﻞْ ﻟَﺎ ﺗُﻜْﺮِﻣُﻮْﻥَ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴْﻢَ
Adapun cara
membacanya yaitu huruf
yg pertama di masukkan
ke dalam huruf yg kedua
sehingga seperti huruf yg
bertasydid.
ﻭَﻗِﺲْ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬَﺍﺳِﻮَﺍ ﻭَﺍﻭٍ ﺗَﻼَ ◇
ﺿَﻤًّﺎﻭَﻳَﺎﺀٍ ﺑَﻌْﺪَﻛَﺴْﺮٍ ﻳُﺠْﺘَﻠَﻰ
ﻣِﻦْ ﻧَﺤْﻮِ ﻓِﻰْ ﻳَﻮْﻡٍ ﻟِﻴَﺎﺀٍ ﺍَﻇْﻬَﺮُﻭْﺍ ◇
ﻭَﺍﻟْﻮَﺍﻭِ ﻣِﻦْ ﻧَﺤْﻮِﺍﺻْﺒِﺮُﻭْﺍ ﻭَﺻَﺎﺑِﺮُﻭْ
Kiaskanlah contoh-contoh
di atas. kecuali apabila
ada huruf WAWU ( ﻭ )
mati
bertemu dengan WAWU
( ﻭ )
hidup, atau huruf YA ( ﻱ )
mati
bertemu dengan YA ( ﻱ )
hidup,
maka hukumnya wajib di
baca IZH-HAR, agar
panjangnya tidak hilang.
Contohnya :
1.
ﺍِﺻْﺒِﺮُﻭْﺍ ﻭَﺻَﺎ ﺑِﺮُﻭْﺍ
.2
ﻓِﻰْ ﻳَﻮْﻡٍ ﻛَﺎ ﻥَ ﻣِﻘْﺪَﺍﺭُﻩُ
ﻭَﺍﻟﺘَّﺎﺀُ ﻓِﻰ ﺩَﺍﻝٍ ﻭَﻃَﺎﺀٍ ﺍَﺛْﺒَﺘُﻮْﺍ ◇
ﺍِﺩْﻏَﺎﻣَﻬَﺎﻧَﺤُﻮْ ﺍُﺟِﻴْﺒَﺖْ ﺩَﻋْﻮَﺓُ
ﻭَﺁﻣَﻨَﺖْ ﻃَﺎﺋِﻔَﺔٌ ﻭَﺍَﺩْﻏَﻤُﻮْﺍ ◇ ﺍَﻟﺬَّﺍﻝَ
ﻓِﻰ ﺍﻟﻈَّﺎﺀِﺑِﻨَﺤْﻮﺍْﻮُﻤَﻠَﻇْﺫﺍِ
Apabila ada TA' ( ﺕ ) mati
bertemu dengan DAL ( ﺩ )
atau
THA' ( ﻁ ) maka
hukumnya
wajib di baca IDGHAM
MUTAJANISAIN SHAGHIR.
Contohnya :
1.
ﺍُﺟِﻴْﺒَﺖْ ﺩَﻋْﻮَﺗُﻜُﻤَﺎ
.2
ﺁﻣَﻨَﺖْ ﻃَﺂ ﺋِﻔَﺔٌ
Bacaan'nya :
1.
ﺍُﺟِﻴْﺒَﺪَّﻋْﻮَﺗُﻜُﻤَﺎ
.2
ﺁﻣَﻨَﻄَّﺂ ﺋِﻔَﺔٌ
Apabila ada DZAL ( ﺫ )
mati
bertemu dengan huruf
DHO ( ﻅ ) maka
hukumnya
wajib di baca IDGHAM
MUTAJANISAIN SHAGHIR.
Contohnya :
ﺍِﺫْﻇَﻠَﻤُﻮْ
Bacaan'nya :
ﺍِﻇَّﻠَﻤُﻮْ
ﻭَﺍﻟﺪَّﺍﻝَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺘَّﺎﺀِ ﺑِﻼَ ﻣْﺘِﺮَﺍﺀِ ◇
ﻭَﻻَﻣَﻬَﻞْ ﻭَﺑَﻞْ ﻭَﻗُﻞْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺮَّﺍﺀِ
ﻣِﺜْﻞُ ﻟَﻘَﺪْ ﺗَﺎﺏَ ﻭَ ﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺍﺣْﻜُﻢِ ◇
ﻭَﺍﻟْﻜُﻞُّ ﺟَﺎﺀَﺑِﺎ ﺗِّﻔَﺎ ﻕِ ﻓَﺎﻋْﻠَﻢِ
Apabila ada DAL ( ﺩ ) mati
bertemu dengan TA' ( ﺕ )
maka
hukumnya wajib di baca
IDGHAM MUTAJANISAIN
SHAGHIR.
Contohnya :
ﻟَﻘَﺪْ ﺗَﺎﺏَ
Bacaan'nya :
ﻟَﻘَﺘَّﺎﺏَ
Apabila ada LAM ( ﻝ )
mati
bertemu dengan RA' ( ﺭ )
maka
hukumnya wajib di baca
IDGHAM MUTAJANISAIN
SHAGHIR.
Contohnya :
1.
ﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ
.2
ﺑَﻞْ ﺭَﻓَﻌَﻪُ
.3
ﻫَﻞْ ﺭَﺍَﻳْﺘُﻢْ
Bacaan'nya :
1.
ﻗُﺮَّﺏِّ
.2
ﺑَﺮَّﻓَﻌَﻪُ
.3
ﻫَﺮَّﺍَﻳْﺘُﻢْ
Bacaan-bacaan tersebut di
atas telah di sepakati oleh
ahli qurra.
Penjelasan :
Adapun contoh-contohnya
IDGHAM MITSLAIN
KABIR.
Mim ( ﻡ ) bertemu dengan
mim ( ﻡ (
.1
ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ
ﻣَﺎﻟِﻚِ
ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ
Bacaan'nya boleh di baca :
ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢْ
ﻣَﺎﻟِﻚِ
ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ
Adapun contoh-contohnya
IDGHAM MUTAJANISAIN
KABIR yaitu :
Lam ( ﻝ ) bertemu ra' ( ﺭ (
ﻭَﺍِﺫْﻗَﺎ ﻝَ ﺭَﺑُّﻚَ
Boleh di baca :
ﻭَﺍِﺫْﻗَﺎ ﺭَّﺑُّﻚَ
Adapun contoh-contohnya
IDGHAM MUTAQARIBAIN
SHAGIR yaitu :
Tsa' ( ﺙ ) bertemu dengan
dzal ( ﺫ ( :
ﻳَﻠْﻬَﺚْ ﺫَﻟِﻚَ
Ba' ( ﺏ ) bertemu dengan
mim ( ﻡ ( :
ﺍِﺭْﻛَﺐْ ﻣَﻌَﻨَﺎ
Qaf ( ﻕ ) bertemu dengan
kaf ( ﻙ ( :
ﺍَﻟَﻢْ ﻧَﺨْﻠُﻘْﻜُﻢْ
Adapun cara membacanya
yaitu huruf yg pertama di
masukkan ke dalam huruf
yg ke dua, seakan-akan
bertasydid.
Adapun contoh-contohnya
IDGHAM MUTAQARIBAIN
SHAGHIR yaitu :
I.
ﻳُﻌَﺬِّﺏُ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺂﺀُ
Di baca :
ﻳُﻌَﺬِّ ﻣَّﻦْ ﻳَﺸَﺂﺀُ
.2
ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ
Di baca :
ﺧَﻠَﻜُّﻢْ

【 05 】BAB HUKUM-
HUKUMNYA LAM
TA'RIF ATAU AL TA'RIF
DAN LAM FI'IL

Alif lam ( ﻝﺍ ) atau di sebut
AL apabila di
rangkaikan dengan
kalimah isim ( selain
isim isyarat dan isim
alam ) itu di sebut AL
TA'RIF atau lam TA'RIF.
AL TA'RIF atau LAM
TA'RIF itu ada dua
macam :
1. di
namakan AL
QOMARIYAH
2. di namakan AL
SYAMSIYAH
ﻭَﺍَﻇْﻬِﺮَﻥَّ ﻻَﻡَ ﺗَﻌْﺮِﻑٍ ﻟَﺬَﻯ ◇ ﺍَﺭْﺑَﻌَﺔٍ
ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻋَﺸْﺮٍ ﺗُﻮْﺟَﺪَ
ﻓِﻰ ﺍَﺑْﻎِ ﺣَﺠَّﻚَ ﻭَﺧَﻒْ ﻋَﻘِﻴْﻤَﺔْ ◇
Apabila ada AL di
rangkaikan dengan
salah satu huruf 14. Yg
terkumpul dalam syair :
ﺍَﺑْﻎِ ﺣَﺠَّﻚَ ﻭَﺧَﻒْ ﻋَﻘِﻴْﻤَﻪْ
yaitu huruf :
Ambiya. ﺀ
ba. ﺏ
ghen. ﻍ
kha. ﺡ
jim. ﺝ
kaf. ﻙ
wawu. ﻭ
kho. ﺥ
fa. ﻑ
ain. ﻉ
qof. ﻕ
ya. ﻱ
mim. ﻡ
ha. ﻩ
Maka di namakan AL
QOMARIYAH.
Jadi apabila
ada LAM TA'RIF atau AL
TA'RIF ( ﻝﺍ ) bertemu
dengan
salah satu huruf 14
sebagaimana tersebut di
atas.
hukumnya di baca
IZH-HAR.
Contohnya :
1. Ambiya. ﺀ
ﺍَﻟْﺎَﺣَﺪُ
2. ba. ﺏ
ﺍَﻟْﺒَﺼِﻴْﺮُ
3. ghen. ﻍ
ﺍَﻟْﻐَﻤَﺎﻡُ
4. kha. ﺡ
ﺍَﻟْﺤَﺎ ﻛِﻢُ
5. jim. ﺝ
ﺍَﻟْﺠَﺤِﻴْﻢُ
6. kaf. ﻙ
ﺍَﻟْﻜَﺮِﻳْﻢُ
7. wawu. ﻭ
ﺍَﻟْﻮَﺳْﻮَﺍﺱُ
8. kho. ﺥ
ﺍَﻟْﺨَﺒِﻴْﺮُ
9. fa. ﻑ
ﺍَﻟْﻔَﺘَّﺎﺡُ
10. ain. ﻉ
ﺍَﻟْﻌُﻘَﺪُ
11. qof. ﻕ
ﺍَﻟْﻘَﺎﻫِﺮُ
12. ya. ﻱ
ﺍَﻟْﻴَﺘِﻴْﻢُ
13. mim. ﻡ
ﺍَﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ
14.ha. ﻩ
ﺍَﻟْﻬَﻮَﺍﻱ
◇ ﻭَﻓِﻰ ﺳِﻮَﺍﻫَﺎﻣِﻦْ ﺣُﺮُﻭْﻑٍ ﺍَﺩْﻏِﻤَﺔْ
Apabila ada AL ( ﻝﺍ ) di
rangkaikan dengan salah
satu dari huruf 14 yg
tersebut pada tiap-tiap dari
sya'ir ini :
ﻃِﺐْ ﺛُﻢَ ﺻِﻞْ ﺭَﺣِﻤًﺎ ﺗَﻔُﺰْ ﺿِﻒْ
ﺫَﺍﻧِﻌَﻢْ ـ ﺩَﻉْ ﺳُﻮْﺀَﻇَﻦٍّ ﺯُﺭْﺷَﺮِﻳْﻔًﺎ
ﻟِﻠْﻜَﺮَﻡِ
maka di
namakan AL SYAMSIYYAH.
Jadi apabila ada LAM
TA'RIF atau AL TA'RIF
( ﻝﺍ )
bertemu dengan salah satu
huruf 14 sebagaimana
tersebut di atas
1. Tho
ﻁ
2. Tsa
ﺙ
3. Shod
ﺹ
4. Ra'
ﺭ
5. Ta'
ﺕ
6. Dod
ﺽ
7. Dzal
ﺫ
8. Nun
ﻥ
9. Dal
ﺩ
10. Sin
ﺱ
11. Dho
ﻅ
12. Za'
ﺯ
13. Syin
ﺵ
14. Lam
ﻝ
hukumnya di baca
IDGHAM.
Contohnya :
1. Tho. ﻁ
ﺍَﻟﻄَّﺎ ﻏُﻮْﺕُ
2. Tsa. ﺙ
ﺍَﻟﺜَّﻤَﺮَﺍﺕُ
3. Shod. ﺹ
ﺍَﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ
4. Ra'. ﺭ
ﺍَﻟﺮَّﺣِﻴْﻢُ
5. Ta'. ﺕ
ﺍَﻟﺘَّﻜَﺎ ﺛُﺮُ
6. Dod. ﺽ
ﺍَﻟﻀُّﺤَﻰ
7. Dzal. ﺫ
ﺍَﻟﺬَّﺍﺭِﻳَﺎﺕُ
8. Nun. ﻥ
ﺍَﻟﻨَّﻔَّﺎﺛَﺎﺕُ
9. Dal. ﺩ
ﺍَﻟﺪِّﻳْﻦُ
10. Sin. ﺱ
ﺍَﻟﺴَّﻤِﻴْﻊُ
11. Dho. ﻅ
ﺍَﻟﻈَّﺎﻟِﻤُﻮْﻥَ
12. Za'. ﺯ
ﺍَﻟﺰَّﻛَﺎﺕُ
13. Syin. ﺵ
ﺍَﻟﺸِّﺘَﺎﺀُ
14. Lam. ﻝ
ﺍَﻟﻠَّﻴْﻞُ .
ﻭَﻻَﻡَ ﻓِﻌْﻞٍﺍَﻇْﻬِﺮَﻥَﺎﻫْ ﻣُﻄْﻠَﻘَﺎ ◇ ﻓِﻴْﻤَﺎ
ﺳِﻮَﻯ ﻻَﻡٍ ﻭَﺭَﺍﺀٍ ﻛَﺎﺍﻟْﺘَﻘَﻰ
ﻭَﺍﻟْﺘَﻤِﺴُﻮْﺍ ﻭَﻗَﻞْ ﻧَﻌَﻢْ ﻭَﻗُﻠْﻨَﺎ ◇
Apabila ada LAM ( ﻝ )
mati
bertempat pada kalimah
FI'IL. bertemu dengan
salah satu huruf hijaiyyah
selain LAM dan RA' ( ﺭ )
maka
hukumnya di baca IZH-
HAR.
Contohnya :
1.
ﻓَﻠْﺘَﻤِﺴُﻮْﺍ
.2
ﻗُﻞْ ﻧَﻌَﻢْ
.3
ﻳَﻠْﺘَﻘِﻄْﻪُ
.4
ﻗُﻠْﻦَ
.5
ﺍِﻟْﺘَﻖَ
Apabila ada LAM ( ﻝ )
mati
bertempat pada kalimah
FI'IL bertemu dengan LAM
atau RA' ( ﺭ ) maka
hukumnya
di baca IDGHAM.
Contohnya :
1.
ﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ
◇ ﻭَﺍﻇْﻬِﺮْ ﻟِﺤَﺮْﻑِ ﺍﻟْﺤَﻠْﻖِ ﻛَﺎﺻْﻔَﺢْ
ﻋَﻨَّﺎ
ﻣَﺎﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻣَﻊْ ﻣِﺜْﻠِﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴُﺪْ ﻏَﻢَ ◇ ﻓِﻰ
ﻣِﺜْﻠِﻪِ ﺣَﺘْﻤًﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻣَﺎ
Apabila ada huruf
HALAQ
Hamzah.
ﺀ
Ha'.
ﻩ
Kha.
ﺡ
Kho.
ﺥ
Ain.
ﻉ
Ghen.
ﻍ
bertemu
dengan huruf HALAQ yg
tidak sama hurufnya maka
hukumnya di baca IZH-
HAR. dan apabila bertemu
dengan huruf HALAQ yg
sama hurufnya maka
hukumnya di baca
IDGHAM.
Contohnya :
Huruf halaq bertemu
dengan huruf halaq yg
tidak sama hurufnya :
1.
ﻓَﺴَﺒِّﺢْ
.2
ﻓَﺎﺻْﻔَﺢْ ﻋَﻨْﻬُﻢْ
Huruf halaq bertemu
dengan huruf halaq yg
sama hurufnya :
1.
ﻳُﻮَﺟِّﻬْﻪُ

【 06 】BAB HURUF-
HURUF TAFKHIM
( HURUF YG DI BAC
TEBAL )

ﻭَﺍَﺣْﺮُﻑُ ﺍﻟﺘَّﻔْﺨِﻴْﻢِ ﺳَﺒْﻊٌ ﺗُﺤْﺼَﺮُ ◇
ﻓِﻰ ﺧُﺺَّ ﺿَﻐْﻂٍ ﻗِﻆْ ﺑِﻌُﻠْﻮٍ ﺗُﺸْﻬَﺮُ
Adapun jumlahnya
huruf tafkhim itu ada
7. yg terkumpul dalam
sya'ir :
ﺧُﺺَّ ﺿَﻐْﻂٍ ﻗِﻆْ
KHO ﺥ
SHOD ﺹ
DOD ﺽ
GHIN ﻍ
THO ﻁ
QOF ﻕ
DZO ﻅ
Dan huruf-huruf tersebut
itu juga masyhur
( terkenal )
dengan sebutan
huruf ISTI'LA.
Contohnya :
1. Kha'
ﺍُﺩْﺧُﻠُﻮْﻫَﺎ
2. Shad
ﻭَﺍﻟﺼَّﺂ ﻓَّﺎ ﺕِ
3. Dod
ﻓَﻀَّﻠْﻨَﺎ ﺑَﻌْﻀَﻬُﻢْ
4. Ghin
ﻏَﺎ ﺳِﻖٍ
5. Tha'
ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒُﻮْﻥَ
6. Qaf
ﻭَﺍﻟْﺤَﻖَّ ﺍَﻗُﻮْﻝُ
7. Dzo
ﺍِﻧَّﺎ ﻣُﻨْﻈِﺮُﻭْﻥَ
Penjelasan :
Apabila kita
membicarakan huruf
TAFKHIM tentunya
kita harus
membicarakan huruf
TARQIQ ( huruf-
huruf yg di baca tipis )
Adapun huruf-
huruf TARQIQ yaitu huruf-
huruf selain huruf-huruf
tafkhim.
dan
perlu di ketahui,
bahwa huruf TARQIQ
yg berupa huruf RA ( ﺭ )
dan LAM JALALAH
hukumnya ada 2
macam. yaitu :
ada
yg di baca TARQIQ
dan ada yg di baca
TAFKHIM.
A. HUKUM RA ( ﺭ )
Huruf RA ( ﺭ ) itu
bacaanya ada 3
macam :
1. di baca TAFKHIM
( tebal )
2. di baca TARQIQ
( tipis )
3. dapat di baca
TAFKHIM dan dapat di
baca TARQIQ.
A. huruf RA ( ﺭ ) di baca
TAFKHIM manakala :
1. RA di baca FAT'HAH
contohnya :
ﺭَﺑَّﻨَﺎ - ﺍَﺭَﺃَﻳْﺖَ
2. RA di baca DHAMAH
contohnya :
ﺭُﺯِﻗْﻨَﺎ - ﺧَﻴْﺮٌﻟَﻚَ
3. RA yg mati dan
sebelumnya berupa
HAROKAT FAT'HA, seperti
lafadz :
ﺗُﺮْﺣَﻤُﻮْﻥَ - ﻗُﺮْﺁﻥٌ - ﻣَﺮْﺿِﻴَّﺔً -
ﻭَﺍَﺭْﺳَﻞَ
4. RA yg mati dan
sebelumnya berupa
HARAKAT DHAMAH,
contohnya :
ﺍُﻧْﺼُﺮْﻧَﺎ
5. RA yg mati dan
sebelumnya berupa
HARAKAT KASRAH
tetapi KASRAHnya
tidak asli dari
kalimah itu, contohnya :
ﺍِﺭْﻓَﻌُﻮْﺍ - ﺍِﺭْﻛَﻌُﻮْﺍ - ﺍِﺭْﺟِﻌِﻰ - ﺍِﺭْﺣَﻢْ
6. RA yg mati dan
sebelumnya berupa
harakat KASRAH yg
asli, tetapi sesudah
RA berupa salah satu
huruf :
KHO ﺥ
SHOD ﺹ
DOD ﺽ
GHIN ﻍ
THO ﻁ
QOF ﻕ
DZO ﻅ
Contohnya :
ﻗِﺮْﻃَﺎ ﺱٌ - ﻣِﺮْﺻَﺎﺩٌ - ﻓِﺮْﻗَﺔٌ
Huruf RA' di baca TARQIQ
manakala :
A. RA' di baca kasrah ,
contohnya :
ﺭِﺣْﻠَﺔَ ﺍﻟﺸِّﺘَﺎﺀِ - ﺑِﻀُﺮٍّ - ﺗَﺠْﺮِﻯ -
ﻭَﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ
B. RA mati jatuh
sesudah YA mati,
contohnya :
ﺳَﻌِﻴْﺮٌ - ﻗَﺪِﻳْﺮٌ - ﻟَﺨَﺒِﻴْﺮٌ - ﺑَﺼِﻴْﺮٌ -
ﺣَﺮِﻳْﺮٌ
C. RA' mati
sebelumnya berupa
harakat kasrah yg
asli, tetapi sesudah
RA tidak ada huruf
isti'la, contohnya :
ﻓَﺒَﺸِّﺮْﻫُﻢْ - ﻣِﺮْﻳَﺔٌ - ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ
RA' dapat di baca
TAFKHIM atau
TARQIQ, yaitu
manakala ada RA
mati sebelumnya
berupa harakat
kasrah dan
sesudahnya berupa
huruf isti'la yg
berharakat kasrah.
Contohnya :
ﻓِﺮْﻕٌ
HUKUM LAM JALALAH.
Yg di maksud dengan LAM
JALALAH ialah lam dari
lafazh ALLAH ( ﺍَﻟﻠَّﻪُ )
Adapun hukumnya LAM
JALALAH itu ada 2
macam :
1. di baca TAFKHIM
( tebal )
2. di baca TARQIQ ( tipis )
LAM JALALAH di baca
TAFKHIM apabila sebelum
LAM JALALAH berupa
harakat fatah atau
dhommah. Contohnya :
A. Yg sebelum lam jalalah
berupa harakat fathah :
ﺭَﺿِﻲَ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ - ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺍَﺣَﺪٌ
B. Yg sebelum lam jalalah
berupa harakat
dhammah :
ﺍِﺫَﺍ ﺟَﺂﺀَﻧَﺼْﺮُ ﺍَﻟﻠَّﻪِ - ﻧَﺎﺭُ ﺍَﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻤُﻮْﻗَﺪَﺓُ
LAM JALALAH di baca
TARQIQ apabila sebelum
LAM JALALAH berupa
harakat kasrah.
Contohnya :
ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕُ - ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ

【 07 】HURUF QALQALAH
ﻗَﻠْﻘَﻠَﺔٌ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻬَﺎﻗَﻂْﺏُ ﺟَﺪِ ◇ ﺑَﻴِّﻦْ
ﻟَﺬَﻯ ﻭَﻗْﻒٍ ﻭَﺳَﻜْﻦٍ ﺗُﺮْﺷَﺪِ
Qalqalah yaitu bunyi huruf
yg menggoyang/
mengeper/menggetar bila
ia mati, atau bila mati
karena di hentikan ( di
waqafkan ).
Yg di namakan huruf
QALQALAH yaitu huruf :
ﻗَﻄْﺐُ ﺟَﺪِ
QOF ) ﻕ (
THO ) ﻁ (
BA ) ﺏ (
JIM ) ﺝ (
DAL ) ﺩ (
Huruf Qalqalah itu
ada 2
macam :
1. Huruf QALQALAH
SHUGHRA.
2. Huruf QALQALAH
KUBRA.
QALQALAH SHUGHRA
yaitu huruf QALQALAH yg
mati asli.
adapun
bacaannya harus terang
dan memantul.
Contohnya :
.1
ﻳَﺪْ ﺧُﻠُﻮْﻥَ
.2
ﺍَﻟَﻢْ ﻳَﺠْﻌَﻞْ
.3
ﻫُﻮَﺍﻟْﺎَﺑْﺘَﺮُ
.4
ﺍَﻃْﻌَﻤَﻬُﻢْ
.5
ﺍِﻗْﺮَﺃْ
QALQALAH KUBRA yaitu
huruf QALQALAH yg
matinya tidak asli, tetapi
karena waqaf. adapun
bacaanya harus lebih
terang dan nyata.
Contohnya :
.1
ﺳَﻮْﻁَ ﻋَﺬَﺍﺏٍ
.2
ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺁﺋِﻬِﻢْ ﻣُﺤِﻴْﻂٌ
.3
ﻭَﺍﻟﺴَّﻤَﺂﺀِﻭَﺍﻟﻄَّﺎﺭِﻕِ
.4
ﻗُﺮْﺁﻥٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ
.5
ﺫِﻯ ﺍﻟْﻤَﻌَﺎﺭِﺝِ

【 08 】BAB HURUF-HURUF MAD
DAN MACAM-
MACAMNYA

Yg di namakan MAD. yaitu
memanjangkan suara
karena ada huruf MAD.
ﻭَﺍَﺣْﺮُﻑُ ﺍﻟْﻤَﺪِّﺗَﻼَﺙٌ ﺗُﻮْ ﺻَﻒُ ◇
ﺍَﻟْﻮَﺍﻭُ ﺛُﻢَّ ﺍﻟْﻴَﺎﺀُ ﺛُﻢَّ ﺍْﻷَﻟِﻒُ
Adapun huruf MAD itu
ada
3 macam.
1. alif
2. wawu
3. ya.
ﻭَﺷَﺮْﻃُﻬَﺎ ﺍِﺳْﻜَﺎﻥُ ﻭَﺍﻭٍ ﺑَﻌْﺪَ ﺿَﻢْ ◇
ﻭَﺳَﻜْﻦُ ﻳَﺎﺀٍ ﺑَﻌْﺪَﻛَﺴْﺮٍ ﻣُﻠْﺘَﺰَﻡْ
ﻭَﺃﻟِﻒٌ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻓَﺘْﺢٍ ﻭَﻗَﻔَﺎ ◇ ﻭَﻟَﻔْﻆُ
ﻧُﻮْ ﺣِﻴْﻬَﺎ ﻟِﻜَُﻞٍّ ﺟَﻤَﻌَﺎ
Adapun syaratnya huruf
MAD yaitu :
1. apabila huruf MADnya
berupa ALIF maka harakat
sebelumnya harus berupa
harakat fathah.
Contohnya :
ﺍَﻓْﻮَﺍﺟًﺎ - ﻏَﺎ ﺳِﻖٍ - ﺣَﺎ ﺳِﺪٍ
2. apabila huruf MADnya
berupa WAWU maka
harakat sebelumnya harus
berupa harakat dhammah.
Contohnya :
ﻳَﺪْﺧُﻠُﻮْﻥَ - ﺻُﺪُﻭْﺭٌ - ﻳُﻮْﻟَﺪْ
3. apabila huruf MADnya
berupa YA maka harakat
sebelumnya harus berupa
harakat kasrah.
Contohnya :
ﻋِﻴْﺸَﺔٍ - ﻓِﻲْ - ﻓَﺎﻟْﻤُﻐِﻴْﺮَﺍﺕِ
Contohnya yg ada dalam
bait ( sya'ir ) yaitu :
ﻧُﻮْﺣِﻴْﻬَﺎ
MAD itu di bagi menjadi 2
macam :
1. MAD ASLI
2. MAD FAR'I
MAD ASLI ini di sebut juga
dengan MAD THOBI'I.
MAD FAR'I ( cabang ) itu
di bagi menjadi 13 bagian.
Adapun penjelasan ( baik
yg beruba mad asli
maupun mad far'i )
pelajarilah bait-bait ( syair-
syair ) di bawah ini :
ﻓَﺎِﻥْ ﻓَﻘَﺪْﺕَ ﺑَﻌْﺪَ ﺣَﺮْﻓِﻪِ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﻥِ ◇
ﻭَﺍﻟْﻬَﻤْﺰُ ﻓَﺎﺍﻟْﻤَﺪُّ ﻃَﺒِﻴْﻌِﻰٌّ ﻳَﻜُﻦْ
Apabila ada huruf ALIF
sebelumnya berupa
harakat fathah, WAWU
sebelumnya berupa
harakat dhomma, dan YA
sebelumnya berupa
harakat kasrah, maka
hukum bacaannya di sebut
MAD THOBI'I,
Contohnya :
ﺍَﻟْﻮَﺳْﻮَﺍﺱِ - ﻛِﺘَﺎ ﺏٌ - ﺍَﻟﺼِّﺮَﺍﻁَ
ﻳَﺼُﻮْﻡُ - ﺍَﻟْﻤَﻐْﻀُﻮْﺏِ - ﺍَﻋُﻮْﺩُ
ﺟِﻴْﺪِﻫَﺎ - ﺭَﺣِﻴْﻢٌ - ﺍَﺑِﻲْ ﻟَﻬَﺐٍ
Adapun
bacaannya panjang satu
alif atau dua harakat.
ﻭِﺇِﻥْ ﺗَﻼَﻩُ ﺍﻟْﻬَﻤْﺰُ ﻓِﻰ ﻛَﻠِﻤَﺘِﻪِ ◇
ﻓَﻮَﺟِﺐٌ ﻣُﺘَّﺼِﻞٌ ﻛَﺠَﺎﺋَﺘِﻪ
Apabila ada huruf MAD
berkumpul dengan
HAMZAH ( hamzah jatuh
sesudah huruf mad )
dalam satu kalimah, maka
hukum bacaannya di sebut
MAD WAJIB MUTTASIL,
Contohnya :
ﺳَﻤﺂﺀَ - ﺟﺂﺀَﺗْﻪُ ﺍﻟْﺒُﺸْﺮَﻯ - ﺭِﺣْﻠَﺔَﺍﻟﺸِّﺘﺂﺀِ
- ﺳِﻰْﺀَ - ﻫَﻨِﻴْﺌًﺎ ﻣَﺮِﻳْﺌًﺎ - ﻭَﺟِﻲْﺀَﻳَﻮْﻣَﺊ
ٍﺫِ - ﺗَﺒُﻮْﺀَ - ﺳُﻮْﺀَﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ
Adapun bacaannya
panjang
dua setengah alif atau lima
harakat.
ﻭَﺍِﻥْ ﺗَﻼَﻩُ ﻭَﺑِﺄُﺧْﺮَﻯ ﺍﺗَّﺼَﻠَﺎ ◇ ﻓَﺠَﺎﺋِﺰٌ
ﻣُﻨْﻔَﺼِﻞٌ ﻛَﻼَﺇِﻟَﻰ
Apabila ada huruf MAD
bertemu dengan hamzah,
tetapi tidak kumpul dalam
satu kalimah, maka hukum
bacaannya di sebut MAD
JAIZMUNFASIL.
Contohnya :
ﺍِﻧَّﺎﺍَﻋْﻄَﻴْﻦَﻙﺍَ - ﻵﺍِﻟَﻰ - ﺍَﻵﺍِﻧَّﻬُﻢْ -
ﻗُﻮْﺁﺍَﻧْﻔُﺴَﻚُﻡْ - ﻭَﺍﺑْﺘَﻐُﻮْﺁﺍِﻝِﻪْﻳَ -
ﻓَﺴَﺠَﺪُﻭْﺁﺍِﻝّﺍَ - ﺍِﺭْﺟِﻌِﻰْ ﺍِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻚِ -
ﻭَﺍﺗَّﺒِﻌُﻮْﻧِﻰْ ﺍَﻫْﺪِﻛُﻢْ - ﺑِﻌَﻬْﺪِﻯْ ﺍُﻭْﻑِ
Adapun bacaanya ada dua
macam :
1. di baca panjang seperti
MAD WAJIB MUTTASIL,
yaitu dua setengah alif.
2. di baca pendek seperti
MAD THABI'I. yaitu satu
alif.
Menurut QIRA'AH
MASYHURAH, MAD JAIZ
MUNFASHIL harus di baca
panjang, yaitu dua
setengah alif atau 5
harakat.
ﻭَﺇِﻥْ ﻳَﻜُﻦْ ﻣَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻩُ ﻣُﺸَﺪَّﺩَﺍ ◇ ﻓَﻼَﺯِﻡٌ
ﻣُﻄَﻮَّﺍﻝٌ ﻛَﺤَﺂﺩَّﺍ
Apabila ada huruf yg
bertasydid jatuh sesudah
huruf MAD dan berkumpul
dalam satu kalimah, maka
hukum bacaanya di sebut
MAD LAZIM KILMI
MUTSAQQAL.
Contohnya :
ﻣِﻦْ ﺩَﺁﺑَّﺔٍ - ﺍَﺗُﺤَﺂﺟُّﻮْﻥِّ- ﻯ ﺣَﺂﺝَّ -
ﻭَﻟَﺎﺍﻟﻀَّﺂﻟِّﻲَﻥْ - ﻭَﻟَﺎﺗَﺤَﺂﺿُّﻮْﻥَ
Adapun bacaannya harus
panjang 3 alif atau 6
harakat.
ﻛَﺬَﺍﻙَ ﻛُﻞُّ ﺳَﺎﻛِﻦٍ ﺗَﺄَﺻَََّﻠَﺎ ◇ ﻣُﺨَﻔَّﻔًﺎ
ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍَﻭْﻣُﺜَﻘَّﻼَ
Apabila ada huruf mati yg
jatuh sesudah huruf MAD,
maka hukum bacaannya di
sebut MAD LAZIM KILMI
MUKHAFFAF.
Contohnya :
ﺁﻟْﺎَﻥَ
ﻭَﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎﻳَﺄْﺗِﻰْ ﻓَﻮَﺍ ﺗِﺢَﺍﻟﺴُّﻮَﺍﺭْ ◇ ﻭَﻓِﻰ
ﺛَﻤَﺎﻥٍ ﻣِﻦْ ﺣُﺮُﻭْﻓِﻬَﺎﻇَﻬَﺮْ
ﻓِﻲ ﻛَﻢْ ﻋَﺴَﻞْ ﻧَﻘَﺺَ ﺣَﺼْﺮُ ﻫَﺎﻋُﺮِﻑْ
◇
Apabila pada permulaan
surat dari AL QUR'AN
terdapat salah satu atau
lebih di antara huruf 8,
yaitu :
ﻥ nun
ﻕ qof
ﺹ shod
ﻉ ain
ﺱ sin
ﻝ lam
ﻙ kaf
ﻡ mim
Yg terkumpul dalam
: kalimat
ﻧَﻘَﺺَ ﻋَﺴَﻠُﻜُﻢْ
Maka
hukum di bacaannya di
sebut MAD LAZIM HARFI
MUSYABBA.
: Contohnya
- ﻢﻟﺁ ﻳَﺲ - ﻧﺂﻭَﺍﻟْﻘَﻠَﻢِ - ﻕَ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ -
ﺹَ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ - ﻛَﻬَﻴَﻌَﺺَ - ﻃَﺴَﻢَ -
ﺣَﻢَ
penjelasan :
MAD LAZIM HARFI
MUSYABBA itu di bagi
menjadi dua :
1. MAD LAZIM HARFI
MUSYABBA MUTSAQQAL.
yaitu apabila huruf
permulaan surat di
idghamkan kepada huruf
sesudahnya.
: Contohnya
ﻢﻟ nya ﻢﻟﺁ
.2 MAD LAZIM HARFI
MUSYABBA MUKHAFFAF.
yaitu apabila huruf
permulaan surat itu tidak
di idghamkan kepada
huruf sesudahnya.
: Contohnya
ﻣِﻴْﻢ nya ﺁﻟَﻤَﺺَ
ﻋَﻴﻦْ nya ﻋَﺴَﻖَ
◇ ﻭَﻣَﺎ ﺳِﻮَﺍﻫَﺎ ﻓَﻄَﺒِﻴْﻊِ ﻻَﺍﻟْﺎَﻟِﻒْ
Apabila huruf yg terdapat
pada permulaan surat
berupa huruf selain huruf
8 tersebut di atas, tetapi
berupa salah satu dari
huruf
ﺡ Kha
ﻱ Ya
ﻁ Tho
ﻩ Ha
ﺭ Ra
Yg terkumpul dalam
: lafadz
ﺣَﻲٌّ ﻃَﻬَﺮَ
Maka hukum
bacaannya di sebut MAD
LAZIM HARFI
MUKHAFFAF.
: contohnya
ﺣَﻢَ - ﻳَﺲَ - ﻃَﻪَ - ﺍﻟَﺮَ
ﻭَﺍِﻥْ ﻳَﻜُﻦْ ﻗَﺪْﻋَﺮَﺽَ ﺍﻟﺴُّﻜُﻮْﻥُ ◇
ﻭَﻗْﻔًﺎ ﻓَﻌَﺎﺭِﺽٌ ﻛَﻨَﺴْﺘَﻌِﻴْﻦُ
Apabila ada huruf MAD
jatuh sebelum huruf yg di
waqafkan, maka hukum
bacaannya di sebut MAD
ARIDL LISSUKUN.
: contohnya
ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ - ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ - ﻧَﺴْﺘَﻌِﻴﻦُ -
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ - ﻭَﻟِﻲَ ﺩِﻳْﻦِ
Adapun bacaannya ada 3
macam :
1. panjang 3 alif atau 6
harakat.
2. sedang 2 alif atau 4
harakat.
3. pendek 1 alif atau 2
harakat.
apabila ada YA' sukun yg
di
dahului dengan YA' yg
bertasydid dan harakatnya
kasrah, maka hukum
baca'annya di sebut MAD
TAMKI'IN.
Adapun bacaannya ada
dua macam :
1. pendek 1 alif atau 2
harakat.
2. panjang 3 alif atau 6
harakat.
: Contohnya
ﺍُﻣِّﻴِّﻴْﻦَ - ﻋِﻠِّﻴِّﻴْﻦَ - ﻭَﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴْﻦَ
Apabila ada hamzah
bertemu dengan MAD,
maka hukum bacaannya di
sebut MAD BADAL.
adapun bacaannya harus 1
alif atau 2 harakat.
: Contohnya
ﺍُﻭْﺗِﻲَ - ﺍِﻳْﻤَﺎﻥٌ - ﺁﺩَﻡَ
Apabila ada MAD BADAL
di iringi oleh huruf yg
bertasydid, maka hukum
bacaannya di sebut MAD
FARQU.
adapun bacaanya harus
panjang 3 alif atau 6
harakat,
untuk membedakan antara
pertanyaan atau bukan,
jadi di panjangkannya itu,
supaya jelas bahwa kalimat
itu berbentuk pertanyaan.
: Contohnya

ﻗُﻞْ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺍَﺫِﻥَ ﻟَﻜُﻢْ - ﺁﻟﺬَّﻛَﺮَﻳْﻦِ ﺣَﺮَّﻡَ

ﺍُﻡِ ﺍﻟْﺎُﻧْﺸَﻴَﻴْﻦِ
Apabila ada WAWU sukun
atau YA sukun sedang
huruf yg sebelumnya itu
berharakat fathah, maka
hukum bacaannya di sebut
MAD LAYYIN.
Adapun bacaannya ada 3
macam :
1. panjang 3 alif atau 6
harakat.
2. sedang 2 alif atau 4
harakat.
3. pendek 1 alif atau 2
harakat.
: Contohnya
ﻭَﺍﻟﺼَّﻴْﻒِ - ﺑَﻴْﺖِ - ﺭَﻳْﺐَ
Apabila ada huruf MAD
muqaddar ( tersimpan ) di
dalam HA' DHOMIR yg di
baca
dhomah atau kasrah dan
sebelumnya HA' DHOMIR
berupa huruf hidup,
sedang sesudahnya tidak
ada hamzah washal atau
hamzah qatho, maka
hukum bacaannya di sebut
MAD SHILAH QASHIRAH.
: Contohnya
ﺑِﻪِ ﻟَﻪُ
Adapun bacaannya 1 alif
atau 2 harakat.
Apabila huruf yg sebelum
HA' ZHAMIR berupa huruf
yg mati, atau HA' ZHAMIR
tadi di rangkaikan dengan
kalimah sesudahnya, maka
bacaannya harus pendek.
: Contohnya
ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ - ﻋَﻠَﻴْﻪِ - ﺍِﻧَّﻪُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ - ﻣِﻨْﻪُ
Apabila ada huruf MAD
muqaddar ( tersimpan )
pada HA' DHOMIR yg di
baca dhomah atau kasrah
dan sebelumnya berupa
huruf hidup sedang
sesudahnya berupa
HAMZAH QHOTHO maka
hukum bacaannya di sebut
MAD SHILAH THAWILAH.
: Contohnya
ﺍَﻟَﻢْ ﻳَﺮَﻩُ ﺍَﺣَﺪٌ - ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺍِﻟَّﺎ ﺑِﺎِﺫْﻧِﻪِ - ﺑِﻪِ
ﺍَﻥْ ﻳُﻮْﺻَﻞَ - ﻣِﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِ ﺍِﻟَّﺎ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺂﺀَ
Adapun bacaannya ada 2
macam :
1. di baca panjang 2
setengah alif atau 5
harakat.
2. di baca panjang 1 alif
atau 2 harakat.
Menurut qira'ah
masyhurah, MAD SHILAH
THAWILAH itu harus di
baca panjang 2 setengah
alif atau 5 harakat.
Apabila ada waqaf berupa
huruf yg bertanwin fathah,
maka hukum bacaannya di
sebut MAD IWADL.
: contohnya
ﺭَﺣِﻴْﻤًﺎ - ﺗَﻮَّﺍﺑًﺎ - ﻋِﻠْﻤًﺎ - ﺣَﻜِﻴْﻤًﺎ -
ﻳُﺴْﺮًﺍ
Adapun bacaannya
panjang
1 alif atau 2 harakat.

【 09 】BAB SAKTAH
yg di maksud dengan
SAKTAH yaitu berhenti
sebentar dengan tanpa
bernafas.
Bacaan SAKTAH ini
terdapat di 4 surat :
1. surat kahfi
ayat 1 - 2.
ﻋِﻮَﺟًﺎ - ﻗَﻴِّﻤًﺎ ﻟِﻴُﻨْﺬِﺭَ
2. surat yaasin ayat
52.
ﻣِﻦْ ﻣَﺮْﻗَﺪِﻧَﺎ ـ ﻫَﺬَﺍ
3. surat qayyimah ayat 26.
ﻭَﻗِﻴْﻞَ ﻣَﻦْ ـ ﺭَﺍﻕٍ
4. surat
muthaffifin ayat 14.
ﻛَﻠَّﺎ ﺑَﻞْ ـ ﺭَﺍﻥَ
ISYMAM.
Di dalam al qur'an yg di
baca isymam itu hanya
dalam satu tempat : yaitu
pada surat yusuf ayat 11
yg berbunyi :
ﻟَﺎ ﺗَﺄْ ﻣَﻨُﻨَﺎ
asalnya :
ﻟَﺎ ﺗَﺄْ ﻣَﻨَّﺎ
Mengenai bacaannya,
harap di gurukan pada
orang yg sudah bisa
mengamalkan ilmu tajwid.
karena cara membacanya
harus tahu gerak bibirnya
orang yg membacanya
( orang yg mengajarkan ).
IMALAH.
Menurut qira'ah hafash
bahwa IMALAH itu hanya
dalam satu tempat, yaitu
pada surat hud ayat 41 yg
berbunyi :
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺠْﺮَﻫَﺎ ﻭَﻣُﺮْﺳَﻬَﺎ
Bacaan'nya :
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺠْﺮِﻫَﺎ ﻭَﻣُﺮْﺳَﻬَﺎ
akan tetapi kalau menurut
kisai, abu amir, hamzah
dan warasy. imalah itu
banyak.

【 10 】BAB HUKUM
NUN'NYA LAFADZ ANA

- ﺍَﻧَﺎ -
Nun'nya dlamir munfashil
mutakallim wahdah,
ﺍَﻧَﺎ
Apabila di washalkan maka
hukumnya harus di baca
pendek, yaitu satu
harokat : apabila di
waqofkan maka di baca
panjang 1 alif atau 2
harokat. tapi di dalam al
qur'an ada 3 tempat yg
nun'nya lafazd ANA di
baca panjang 1 alif atau 2
harokat dan tidak boleh di
waqofkan. yaitu :
1. surat al
furqan ayat 49.
ﻭَﺍَﻧَﺎ ﺳِﻲَّ
2. surat
luqman ayat 15.
ﻣَﻦْ ﺍَﻧَﺎﺏَ
3. surat az
zumar ayat 17.
ﻭَﺍَﻧَﺎﺑُﻮْ
HAMZAH DAN YA DALAM
SATU KALIMAH DI BACA
PENDEK.
- ﺉِ -
Semua hamzah dan ya
dalam satu kalimah
mestinya di baca panjang,
seperti lafazd :
ﺷُﺮَﻛَﺎ ﺉِ ﺁﺑَﺂ ﺉِ
Tapi di dalam al qur'an
ada
4 tempat yg harus di baca
pendek 1 harokat. yaitu :
1. Surat
yunus ayat 15.
ﻣِﻦْ ﺗِﻠْﻘَﺎﺀِ ﻧَﻔْﺴِﻲ
2. Surat
ar ruum ayat 8.
ﺑِﻠِﻘَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ
3. Surat
as sajadah ayat 10.
ﺑِﻠِﻘَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ
4. Surat asy syuura ayat 51.
ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺀِ ﺣِﺠَﺎﺏٍ

【 11 】UU PANJANG ( HAMZAH DAN WAWU
DALAM SATU KALIMAH DI
BACA PANJANG )

hamzah dan wawu ( ﺀُﻭﺍ )
yg di
baca panjang 1 alif atau 2
harokat, baik ketika washal
atau waqaf, yaitu :
1. Surat al
baqarah ayat 61.
ﻭَﺑَﺎﺀُﻭﺍ
2. Surat al
baqarah ayat 90.
ﻓَﺒَﺎﺀُﻭﺍ
3. Surat
al baqarah ayat 167.
ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺒَﺮَّﺀُﻭﺍ
4. Surat al
baqarah ayat 226.
ﻓَﺈِﻥْ ﻓَﺎﺀُﻭﺍ
5. Surat ali
imran ayat 168.
ﻗُﻞْ ﻓَﺎﺩْﺭَﺀُﻭﺍ
6. Surat at taubah ayat
32.
ﺃَﻥْ ﻳُﻄْﻔِﺌُﻮﺍ
7. Surat al
isra ayat 7.
ﻟِﻴَﺴُﻮﺀُﻭﺍ
8. Surat al mu
minun ayat 108.
ﻗَﺎﻝَ ﺍﺧْﺴَﺆُﻭﺍ
9. Surat ash shaff ayat
8.
ﻟِﻴُﻄْﻔِﺌُﻮﺍ
10. Surat al haaqqah ayat
19.
ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ
11. Surat al
muzammil ayat 20.
ﻓَﺎﻗْﺮَﺀُﻭﺍ
12. surat di mana-
mana tempat.
ﺟَﺂ ﺅُ
HAMZAH DAN WAWU
DALAM SATU KALIMAH DI
BACA PANJANG II.
1. Surat al baqarah ayat
31.
ﺃَﻧْﺒِﺌُﻮﻧِﻲ
2. surat
al baqarah ayat 255.
ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺌُﻮﺩُﻩُ
3. surat an
nisaa ayat 142.
ﻳُﺮَﺍﺀُﻭﻥَ
4. surat al
maidah ayat 69.
ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺌُﻮﻥَ
5. surat
al ahzab ayat 27.
ﻟَﻢْ ﺗَﻄَﺌُﻮﻫَﺎ
6. surat ash
shaffaat ayat 66.
ﻓَﻤَﺎﻟِﺌُﻮﻥَ
7. surat
al fath ayat 25.
ﺃَﻥْ ﺗَﻄَﺌُﻮﻫُﻢْ
8. surat al
maun ayat 6.
ﻳُﺮَﺍﺀُﻭﻥَ
9. surat di
mana-mana tempat.
ﺭَﺅُﺳُﻜُﻢْ - ﺭَﺅُﺳُﻬُﻢْ - ﺭَﺅُﺱُ
11. surat di mana-
mana tempat.
ﺟَﺂ ﺅُﻛُﻢْ - ﺟَﺂ ﺅُﻫُﻢْ - ﺟَﺂ ﺅُﻫَﺎ - ﺟَﺂ
ﺅُﻙَ

【 12 】UU PENDEK ( HAMZAH DAN WAWU
DALAM SATU KALIMAH DI
BACA PENDEK )

- ﺅُﺍ -
Semua - ﺅُﺍ - mestinya di
baca panjang 1
alif atau 2 harokat, seperti
lafazd :
ﻓَﺒَﺂ ﺅُﺍ - ﺟَﺂ ﺅُﺍ
Tapi di dalam al qur'an
ada
22 tempat yg harus di baca
pendek 1 harokat ketika
washal. dan di baca sukun
ketika waqaf. yaitu :
1. Surat al an'am ayat 5.
ﺃَﻧْﺒَﺎﺀُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ
2. Surat al an'am ayat 94.
ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺷُﺮَﻛَﺎﺀُ
3. Surat
hud ayat 87.
ﻣَﺎ ﻧَﺸَﺎﺀُ
4. surat
yusuf ayat 85.
ﺗَﺎﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻔْﺘَﺄُ
5. surat ibrahim ayat 21.
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻀُّﻌَﻔَﺎﺀُ
6. surat an nahl ayat
48.
ﻳَﺘَﻔَﻴَّﺄُ ﻇِﻠَﺎﻟُﻪُ
7. surat thaha ayat 18.
ﺃَﺗَﻮَﻛَّﺄُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ
8. surat thaha ayat 76.
ﺟَﺰَﺍﺀُ ﻣَﻦْ ﺗَﺰَﻛَّﻰٰ
9. surat thaha ayat 119.
ﻟَﺎ ﺗَﻈْﻤَﺄُ ﻓِﻴﻬَﺎ
10. surat an nuur ayat 8.
ﻭَﻳَﺪْﺭَﺃُ ﻋَﻨْﻬَﺎ
11. Surat al furqon ayat 77.
ﻣَﺎ ﻳَﻌْﺒَﺄُ ﺑِﻜُﻢْ
12. Surat asy u'ara ayat 6.
ﺃَﻧْﺒَﺎﺀُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ
13. Surat asy syu'ara ayat
197.
ﻋُﻠَﻤَﺎﺀُ ﺑَﻨِﻲ
14. Surat an naml ayat 32.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻤَﻠَﺄُ
15. Surat an naml ayat 38.
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻤَﻠَﺄُ
16. Surat ar
ruum ayat 13.
ﺷُﻔَﻌَﺎﺀُ
17. Surat al fathir ayat 28.
ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀُ
18. Surat al mu min ayat
47.
ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﻀُّﻌَﻔَﺎﺀُ
19. Surat asy syuura ayat
21.
ﺃَﻡْ ﻟَﻬُﻢْ ﺷُﺮَﻛَﺎﺀُ
20. Surat asy syuura ayat
40.
ﻭَﺟَﺰَﺍﺀ ﺳَﻴِّﺌَﺔٍ
21. Surat az zukhruf ayat
18.
ﺃَﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻨَﺸَّﺄُ
22. Surat al
mumtahinah ayat 4.
ﺇِﻧَّﺎ ﺑُﺮَﺁﺀُ ﻣِﻨْﻜُﻢْ
HAMZAH DAN WAWU
DALAM SATU KALIMAH DI
BACA PENDEK II.
Di dalam al quran ada yg
harus di baca panjang 1
alif atau 2 harakat dan ada
yg harus di baca pendek 1
harakat.
Adapun HAMZAH DAN
WAWU yg harus di baca
pendek 1 harakat, yaitu :
1. Surat al
baqarah ayat 223.
ﻧِﺴَﺎﺅُﻛُﻢْ
2. Surat al maidah ayat 18.
ﻭَﺃَﺣِﺒَّﺎﺅُﻩُ
3. Surat an nisaa
ayat 11.
ﻭَﺃَﺑْﻨَﺎﺅُﻛُﻢْ
4. Surat al an am ayat 22.
ﺃَﻳْﻦَ ﺷُﺮَﻛَﺎﺅُﻛُﻢُ
5. Surat
yunus ayat 18.
ﺷُﻔَﻌَﺎﺅُﻧَﺎ
6. Surat al an'am ayat 137.
ﺷُﺮَﻛَﺎﺅُﻫُﻢْ ﻟِﻴُﺮْﺩُﻭﻫُﻢْ
7. Surat al isra ayat 93.
ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻧَﻘْﺮَﺅُﻩُ
8. Surat al kahfi ayat 41.
ﺃَﻭْ ﻳُﺼْﺒِﺢَ ﻣَﺎﺅُﻫَﺎ
9. Surat al anbiya ayat 42.
ﻣَﻦْ ﻳَﻜْﻠَﺆُﻛُﻢْ
10. Surat al hajj ayat 37.
ﻭَﻟَﺎ ﺩِﻣَﺎﺅُﻫَﺎ
11. Surat al furqan ayat 77.
ﻟَﻮْﻻ ﺩُﻋَﺎﺅُﻛُﻢْ
12. Surat ar ruum ayat 23.
ﻭَﺍﺑْﺘِﻐَﺎﺅُﻛُﻢْ
13. Surat shadd ayat 39.
ﻫَٰﺬَﺍ ﻋَﻄَﺎﺅُﻧَﺎ
14. Surat
asy syuura ayat 11.
ﻳَﺬْﺭَﺅُﻛُﻢْ ﻓِﻴﻪِ
15. surat al haaqqah
ayat 19.
ﻫَﺎﺅُﻡُ
16. surat al
mulk ayat 30.
ﺇِﻥْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣَﺎﺅُﻛُﻢْ
19. surat di mana-mana
tempat.
ﺟَﺰَﺁﺅُﻩُ - ﺟَﺰَﺁﺅُﻫُﻢْ - ﺟَﺰَﺁﺅُﻛُﻢْ
20. Surat di mana-mana
tempat.
ﺁﺑَﺂ ﺅُﻧَﺎ - ﺁﺑَﺂ ﺅُﻫُﻢْ - ﺁﺑَﺂ ﺅُﻛُﻢْ

【 13 】DZALNYA LAFADZ IDZ
DZALNYA LAFADZ IDZ
ﺇِﺫْ
Dzalnya idz ) ﺇِﺫْ ( itu ada 2
hukum yaitu :
1. wajib izhhar.
2. wajib idgham.
1. IDZ WAJIB IZHHAR.
Apabila ada idz bertemu
dengan salah satunya
huruf 6 yaitu :
ﺕ 'ta
ﺝ jim
ﺩ dal
ﺱ sin
ﺹ shod
ﺯ 'za
Maka idz
wajib di baca izhhar.
contohnya :
1. surat al
baqarah ayat 166.
ﺇِﺫْ ﺗَﺒَﺮَّﺃَ
.2 surat al
ahzab ayat 10.
ﺇِﺫْ ﺟَﺎﺀُﻭﻛُﻢْ
surat .3
shaad ayat 22.
ﺇِﺫْ ﺩَﺧَﻠُﻮﺍ
.4 surat an nuur ayat 12.
ﺇِﺫْ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻤُﻮﻩُ
surat .5
al ahqaf ayat 29.
ﻭَﺇِﺫْ ﺻَﺮَﻓْﻨَﺎ
.6 surat al
anfal ayat 48.
ﻭَﺇِﺫْ ﺯَﻳَّﻦَ
.2 IDZ WAJIB IDGHAM.
Apabila ada idz bertemu
dengan salah satunya
huruf 2 yaitu :
ﺫ dzal
ﻅ dho
Maka idz harus di baca
idgham. contohnya :
1. surat al
anbiya ayat 87.
ﺇِﺫْ ﺫَﻫَﺐَ
.2 surat az
zukhruf ayat 39.
ﺇِﺫْ ﻇَﻠَﻤْﺘُﻢْ

【 14 】DAL'NYA LAFADZ QAD
DAL'NYA LAFADZ QAD (
ﻗَﺪْ )
Dal'nya QAD (
ﻗَﺪْ ) itu ada 2
hukum. yaitu :
1. wajib izhhar.
2. wajib idgham.
1. QAD WAJIB IZHHAR.
Apabila ada QAD bertemu
dengan salah satunya
huruf 8. yaitu :
Jim ﺝ
Dzal ﺫ
Za' ﺯ
Sin ﺱ
Shen ﺵ
Sod ﺹ
Dod ﺽ
Do' ﻅ
Maka wajib di baca
izhhar dengan melahirkan
QALQALAH.
huruf DAL
contohnya :
1. surat at
taubah ayat 128.
ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ
2. surat al araf ayat 179.
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺫَﺭَﺃْﻧَﺎ
3. surat al mulk ayat 5.
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺯَﻳَّﻨَّﺎ
4. surat al
mujadalah ayat 1.
ﻗَﺪْ ﺳَﻤِﻊَ
5. surat
yusuf ayat 30.
ﻗَﺪْ ﺷَﻐَﻔَﻬَﺎ
6. surat al isra ayat 41.
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺻَﺮَّﻓْﻨَﺎ
7. surat al
baqarah ayat 108.
ﻓَﻘَﺪْ ﺿَﻞَّ
8. surat al
baqarah ayat 231.
ﻓَﻘَﺪْ ﻇَﻠَﻢَ
2. QAD WAJIB IDGHAM.
Apabila ada QAD bertemu
dengan salah satunya
huruf 2. yaitu :
dal ﺩ
dan
ta' ﺕ
Maka wajib di baca
idgham. contohnya :
1. surat
al maidah ayat 61.
ﻭَﻗَﺪْ ﺩَﺧَﻠُﻮﺍ
2. surat al
baqarah ayat 256.
ﻗَﺪْ ﺗَﺒَﻴَّﻦَ

【 15 】TA'TA'NITS
ta'ta'nits itu hukumnya
ada 2. yaitu :
1. wajib izhhar.
2. wajib idgham.
1. TA'TA'NITS bertemu
dengan salah satu huruf 6.
yaitu :
tsa ﺙ
jim ﺝ
za ﺯ
sin ﺱ
sod ﺹ
dho ﻅ
maka wajib di
baca izhhar ( yakni
hamesnya TA' harus
kelihatan ). contohnya :
1. surat asy syamsu ayat
11.
ﻛَﺬَّﺑَﺖْ ﺛَﻤُﻮﺩُ
2. surat an
nisaa ayat 56.
ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﻧَﻀِﺠَﺖْ ﺟُﻠُﻮﺩُﻫُﻢْ
3. surat al isra
ayat 97.
ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﺧَﺒَﺖْ ﺯِﺩْﻧَﺎﻫُﻢْ
4. surat al baqarah ayat
261.
ﺃَﻧْﺒَﺘَﺖْ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻨَﺎﺑِﻞَ
5. surat an nisaa ayat
90.
ﺣَﺼِﺮَﺕْ ﺻُﺪُﻭﺭُﻫُﻢْ
6. surat al anbiyaa
ayat 11.
ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻇَﺎﻟِﻤَﺔً
2. TA'TA'NITS WAJIB
IDGHAM.
Apabila ada TA'TA'NITS
bertemu dengan salah
satunya huruf 3. yaitu :
ta' ﺕ
dal ﺩ
tho ﻁ
maka wajib di
baca idgham. contohnya :
1. surat al baqarah
ayat 16.
ﻓَﻤَﺎ ﺭَﺑِﺤَﺖْ ﺗِﺠَﺎﺭَﺗُﻬُﻢْ
2. surat al a'raf ayat
189.
ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺛْﻘَﻠَﺖْ ﺩَﻋَﻮَﺍ
3. surat ali imran ayat 72.
ﻭَﻗَﺎﻟَﺖْ ﻃَﺎﺋِﻔَﺔٌ

【 16 】LAFAZD BALAA
Di dalam al qur'an ada
lafazd BALAA ( ﺑَﻠَﻰ )
sebanyak 22
tempat, di bagi menjadi 3
bagian. yaitu :
1. BALAA ( ﺑَﻠَﻰ ) baik
( bagus ) di
waqofkan sekalipun di
dalam mus'af tidak ada
tandanya waqaf, yaitu ada
9 tempat.
1. Surat al
baqarah ayat 111.
ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺻَﺎﺩِﻗِﻴﻦَ - ﺑَﻠَﻰٰ
2. surat al baqarah
ayat 260.
ﺃَﻭَﻟَﻢْ ﺗُﺆْﻣِﻦْ ۖ ﻗَﺎﻝَ - ﺑَﻠَﻰٰ
3. surat ali imran ayat
75.
ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ - ﺑَﻠَﻰٰ
4. surat al araf
ayat 172.
ﺃَﻟَﺴْﺖُ ﺑِﺮَﺑِّﻜُﻢْ ۖ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ - ﺑَﻠَﻰٰ
5. surat an nahl ayat
28.
ﻧَﻌْﻤَﻞُ ﻣِﻦْ ﺳُﻮﺀٍ - ﺑَﻠَﻰٰ
6. surat
yasiin ayat 81.
ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﺨْﻠُﻖَ ﻣِﺜْﻠَﻬُﻢْ - ﺑَﻠَﻰ
7. surat al mu'min ayat
50.
ﺑِﺎﻟْﺒَﻴِّﻨَﺎﺕِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ - ﺑَﻠَﻰٰ
8. surat al ahqaf ayat
33.
ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﻴِﻲَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺗَﻰ - ﺑَﻠَﻰ
9. surat al insyiqaq ayat 14.
ﺃَﻥْ ﻟَﻦْ ﻳَﺤُﻮﺭَ - ﺑَﻠَﻰ
2. BALAA ( ﺑَﻠَﻰ ) baik
( bagus ) di
washolkan ada 6 tempat.
yaitu :
1. surat al an am
ayat 30.
ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰٰ ﻭَﺭَﺑِّﻨَﺎ
2. surat an nahl ayat 38.
ﻣَﻦْ ﻳَﻤُﻮﺕُ ﺑَﻠَﻰٰ ﻭَﻋْﺪًﺍ
3. surat
as saba ayat 3.
ﻗُﻞْ ﺑَﻠَﻰٰ ﻭَﺭَﺑِّﻲ
4. surat al ahqaf
ayat 34.
ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰ ﻭَﺭَﺑِّﻨَﺎ
5. surat at taghaabun ayat
7.
ﻗُﻞْ ﺑَﻠَﻰ ﻭَﺭَﺑِّﻲ
6. surat
al qiyamah ayat 4.
ﺑَﻠَﻰ ﻗَﺎﺩِﺭِﻳﻦَ
3. BALAA ( ﺑَﻠَﻰ ) boleh di
waqofkan dan boleh di
washolkan itu ada 4
tempat, yaitu :
1. surat az zumar
ayat 71.
ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰٰ ﻭَﻟَٰﻜِﻦْ ﺣَﻘَّﺖْ
2. surat az
zukhruf ayat 80.
ﻭَﻧَﺠْﻮَﺍﻫُﻢْ . ﺑَﻠَﻰٰ ﻭَﺭُﺳُﻠُﻨَﺎ
3. surat al
hadid ayat 14.
ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰ ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻜُﻢْ
4. surat
al mulk ayat 9.
ﺃَﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺗِﻜُﻢْ ﻧَﺬِﻳﺮٌ ◇ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺑَﻠَﻰ

【 17 】LAFAZD KADZAALIKA
Di
dalam al quran itu sangat
banyak, namun yg baik
( bagus ) di waqofkan itu
haya ada 5 tempat. yaitu :
1. surat yunus
ayat 103.
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ◇ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ
2. surat asy
syuara ayat 58.
ﻭَﻣَﻘَﺎﻡٍ ﻛَﺮِﻳﻢٍ ◇ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ
3. surat al
fathir ayat 28.
ﻣُﺨْﺘَﻠِﻒٌ ﺃَﻟْﻮَﺍﻧُﻪُ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ
4. surat
ad dukhan ayat 27.
ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺎﻛِﻬِﻴﻦَ ◇ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ
5. surat adz
dzaariyaat ayat 51.
ﻧَﺬِﻳﺮٌ ﻣُﺒِﻴﻦٌ ◇ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ

【 18 】HARAM WAQAF
Di dalam al qur'an ada 16
tempat yg haram di
waqofkan ( yakni sengaja
mewaqofkan ) yaitu :
1. surat al
baqarah ayat 17.
ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺃَﺿَﺎﺀَﺕْ ﻣَﺎ ﺣَﻮْﻟَﻪُ
2. surat al baqarah
ayat 243.
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﻮﺗُﻮﺍ
3. surat
ali imran ayat 181.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﻘِﻴﺮٌ
4. surat al maidah ayat
31.
ﻓَﺒَﻌَﺚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏُﺮَﺍﺑًﺎ
5. surat al
maidah ayat 64.
ﻭَﻗَﺎﻟَﺖِ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ ﻳَﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ
6. surat al maidah ayat 73.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺛَﺎﻟِﺚُ
7. surat al
maidah ayat 84.
ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻨَﺎ
8. surat at taubah ayat 30.
ﻭَﻗَﺎﻟَﺖِ ﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ
9. surat yusuf
ayat 8.
ﻟَﻔِﻲ ﺿَﻠَﺎﻝٍ ﻣُﺒِﻴﻦٍ
10 surat ibrahim ayat 22.
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺑِﻤُﺼْﺮِﺧِﻲَّ
11. surat al isra ayat 111.
ﻟَﻢْ ﻳَﺘَّﺨِﺬْ ﻭَﻟَﺪًﺍ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻟَﻪُ
12. surat al
ahzab ayat 35.
ﻭَﺍﻟْﺤَﺎﻓِﻈَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟﺬَّﺍﻛِﺮِﻳﻦَ
13. surat
ash shaffaat ayat 153.
ﺃَﺻْﻄَﻔَﻰ ﺍﻟْﺒَﻨَﺎﺕِ
14. surat al ghasyiyah
ayat 23.
ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦْ ﺗَﻮَﻟَّﻰٰ ﻭَﻛَﻔَﺮَ
15. surat al ashr ayat
2.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥَ ﻟَﻔِﻲ ﺧُﺴْﺮٍ
16. surat al ma'un ayat 4.
ﻓَﻮَﻳْﻞٌ ﻟِﻠْﻤُﺼَﻠِّﻴﻦَ

【 19 】TANDA-TANDA WAQAF
1. Tanda waqaf ( ﻡ )
Waqaf lazim, lebih utama
berhenti
2. Tanda waqaf ( ﻁ )
Waqaf muthlaq, boleh
berhenti dan boleh terus,
tapi baik berhenti.
3. Tanda waqaf ( ﺝ )
Waqaf jaiz, boleh berhenti
dan boleh terus, tapi
utama berhenti.
4. Tanda waqaf ( ﻒﻗ )
Waqaf mustahab, berhenti
lebih utama, tapi terus/
washol juga boleh.
5. Tanda waqaf ( ﻰﻠﻗ )
Al waqfu aula, berhenti
lebih utama.
6. Tanda waqaf ( ﺯ )
Waqaf mujawwaz, boleh
berhenti, tapi lebih baik
washol ( terus ).
7. Tanda waqaf ( ﺹ )
Waqaf murakhkhash,
boleh berhenti, tapi lebih
baik washol, terus.
8. Tanda waqaf ( ﻕ )
Qiila alaihil waqfu, di
katakan : di sini boleh
waqaf, tapi utama washol,
terus.
9. Tanda waqaf ( ﻰﻠﺻ )
Al washlu aula, di
sambung/terus lebih
utama.
10. Tanda waqaf ( ﻻ )
Laa waqfa fiih, tidak boleh
waqaf, yakni lebih utama
washol, terus.
11. Tanda waqaf ( :._:. )
Waqaf mu'anaqah, bila
berhenti, berhentilah pada
salah satu tanda tersebut,
jangan pada kedua-
duanya.

【 20 】BAB BACAAN-BACAAN
Di antara bacaan-bacaan
yg di sunnatkan ketika
membaca al quran yaitu :
1. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
fatiha, di sunnahkan
membaca :
ﺃَﻣِﻴﻦْ
2. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
baqarah, di sunnahkan
membaca :
ﺃَﻣِﻴﻦْ
3. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
waqiah, di sunnahkan
membaca :
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺭَﺑِّﻲَ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
4. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
mulk, di sunnahkan
membaca :
ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﻳَﺄْ ﺗِﻴْﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﻭَﻫُﻮﺭَﺏُّ ﺍﻟْﻌَﺎ ﻟَﻤِﻴْﻦَ
5. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
qiyamah, di sunnahkan
membaca :
ﺑَﻞَ ﺳُﺒْﺤَﺎ ﻥَ ﺭَﺑِّﻰ ﺍﻟْﺎَﻋْﻠَﻰ
6. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
mursalat, di sunnahkan
membaca :
ﺁﻣَﻨَّﺎ ﺑِﺎ ﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎ ﻟَﻤِﻴْﻦَ
7. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
isra, di sunnahkan
membaca :
ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮُ
8. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat al
ghaasyiyah, di sunnahkan
membaca :
ﺭَﺏِّ ﺣَﺎ ﺳِﺒْﻨِﻰ ﺣِﺴَﺎ ﺑًﺎ ﻳَﺴِﻴْﺮًﺍ
9. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat at
tiin, di sunnahkan
membaca :
ﺑَﻞَ ﻭَﺍَﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺫَﺍﻟِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺎ ﻫِﺪِﻳْﻦَ
10. Bila membaca al quran
sampai akhir ayat :
ﻭَﺍِﺫَﺍﺳَﺄَﻟَﻚَ ﻋِﺒَﺎ ﺩِﻯْ
( Surat al baqarah ayat
186 ) sebaiknya membaca
doa menurut apa yg
menjadi hajatnya.
11. Bila membaca al quran
sampai pada akhir ayat :
ﺷَﻬِﺪَﺍﻟﻠَّﻪُ
( Surat ali imran ayat 18 )
di sunnahkan membaca :
ﺍَﻥَ ﺍَ ﺷْﻬَﺪُﺑِﻪِ
12. Bila membaca al quran
sampai pada tengah-
tengahnya waqaf :
ﺭَﺳُﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪِ. ﺍﻟﻠَّﻪُ
( Surat al an'am ayat 124 )
di sunnahkan membaca
doa menurut apa yg
menjadi hajatnya.
13. Bila membaca al quran
sampai pada akhir ayat :
ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺧَﻴْﺮٌﺍَﻣَّﺎ ﻳُﺸْﺮِ ﻛُﻮْﻥَ
( Surat an naml ayat 59 )
di sunnahkan membaca :
ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻭَﺍَﺑْﻘَﻰ ﻭَﺍَﺟَﻞُّ ﻭَﺍَﻛْﺮَﻡُ
14. Bila membaca al quran
sampai pada akhir ayat :
ﻓَﺒِﺄَﻱِّ ﺁﻟَﺎﺀِ ﺭَﺑِّﻜُﻤَﺎ ﺗُﻜَﺬِّﺑَﺎﻥِ
( Surat ar rahman ayat 27 )
di sunnahkan membaca :
ﻟَﺎ ﺑِﺸَﻲْﺀِ ﻣِﻦْ ﻧِﻌَﻤِﻚَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻧُﻜَﺬِّﺏُ
ﻓَﻠَﻚَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ
15. Bila membaca al quran
sampai pada akhir ayat :
ﺃَﻡْ ﻧَﺤْﻦُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻘُﻮﻥَ
ﺃَﻡْ ﻧَﺤْﻦُ ﺍﻟﺰَّﺍﺭِﻋُﻮﻥَ
ﺃَﻡْ ﻧَﺤْﻦُ ﺍﻟْﻤُﻨْﺰِﻟُﻮﻥَ
ﺃَﻡْ ﻧَﺤْﻦُ ﺍﻟْﻤُﻨْﺸِﺌُﻮﻥَ
( Surat al waqiah ) di
sunnahkan membaca :
ﺑَﻞَ ﺍَﻧْﺖَ ﻳَﺎ ﺭَﺑِّﻰ
16. Bila membaca al quran
sampai pada akhir ayat :
ﻓَﻴُﻌَﺬِّﺑُﻪُ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﭐﻟْﻌَﺬَﺍﺏَ ﭐﻟْﺄَﻛْﺒَﺮَ
( Surat al ghasyiyah ) di
sunnahkan membaca :
ﺭَﺏِّ ﺍَﻋِﺬْﻧِﻰ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺑِﻚَ
17. Bila membaca al quran
sampai pada akhir ayat :
ﺳَﺒِّﺢِ ﭐﺳْﻢَ ﺭَﺑِّﻚَ ﭐﻟْﺄَﻋْﻠَﻰ
( Surat al a'laa ) di
sunnahkan membaca :
ﺳُﺒْﺤَﺎ ﻥَ ﺭَﺑِّﻲَ ﺍﻟْﺎَ ﻋْﻠَﻰ
18. Bila membaca al quran
sampai pada akhir ayat :
ﻭَﻧَﻔْﺲٍ ﻭَﻣَﺎ ﺳَﻮَّﺍﻫَﺎ
( Surat asy syamsu ) di
sunnahkan membaca :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺁﺕِ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﺗَﻘْﻮَﺍ ﻫَﺎ ﻭَﺯَﻛِّﻬَﺎ
ﺍَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُﻣَﻦْ ﺯَﻛَّﻬَﺎ ﺍَﻧْﺖَ ﻭَﻟِﻴُّﻬَﺎ
ﻭَﻣَﻮْﻟَﻬَﺎ
19. Bila membaca al quran
sampai pada akhir surat
waddhuha dan seterusnya
sampai sesudah membaca
surat an nas, di sunnahkan
membaca takhbir :
Adapun lafadz takhbir itu
ada tiga macam :
1.
ﺍَﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮْ
.2
ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮْ
.3
ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮْ ﻭَﻟِﻠّﻪِ ﺍْﻟﺤَﻤْﺪُ

【 21 】BAB SUJUD TILAWAH
Bagi yg membaca ataupun
yg mendengar, bacaan
ayat al quran manakala
telah sampai bacaannya
pada ayat sajadah, di
sunnahkan melakukan
sujud tilawah dengan
membaca :
ﺳَﺠَﺪَ ﻭَﺟْﻬِﻲ ﻟِﻠَّﺬِﻱ ﺧَﻠَﻘَﻪُ ﻭَﺻَﻮَّﺭَﻩُ ،
ﻭَﺷَﻖَّ ﺳَﻤْﻌَﻪُ ﻭَﺑَﺼَﺮَﻩُ ، ﺑِﺤَﻮْﻟِﻪِ ﻭَﻗُﻮَّﺗِﻪِ
ﻓَﺘَﺒَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻘِﻴﻦَ
Ya Allah, kepada-Mu lah
aku bersujud, karena-Mu
aku beriman, kepada-Mu
aku berserah diri. Wajahku
bersujud kepada
Penciptanya, yang
Membentuknya, yang
Membentuk pendengaran
dan penglihatannya. Maha
Suci Allah Sebaik-baik
Pencipta.
Apabila tidak menghendaki
melakukan sujud, maka di
baca :
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ
Maha suci allah, segala puji
bagi allah, tiada tuhan
selain allah, dan allah
maha besar.
Di tambah dengan
membaca :
ﻭَﻻَ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﺎِﻱِّ
ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
Adapun ayat-ayatnya
yaitu :
1. Juz 9 surat al a'raf ayat
206
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻚَ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ
ﻋَﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻪِ ﻭَﻳُﺴَﺒِّﺤُﻮﻧَﻪُ ﻭَﻟَﻪُ ﻳَﺴْﺠُﺪُﻭﻥَ
Sesungguhnya malaikat-
malaikat yang ada di sisi
Tuhanmu tidaklah merasa
enggan menyembah Allah
dan mereka
mentasbihkan-Nya dan
hanya kepada-Nya-lah
mereka bersujud.
2. Juz 13 surat arrad ayat
15
ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ
ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻃَﻮْﻋًﺎ ﻭَﻛَﺮْﻫًﺎ ﻭَﻇِﻠَﺎﻟُﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟْﻐُﺪُﻭِّ ﻭَﺍﻟْﺂﺻَﺎﻝِ
Hanya kepada Allah-lah
sujud (patuh) segala apa
yang di langit dan di bumi,
baik dengan kemauan
sendiri ataupun terpaksa
(dan sujud pula) bayang-
bayangnya di waktu pagi
dan petang hari.
3. Juz 14 surat an nahl ayat
49
ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻣِﻦْ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻭَﻫُﻢْ
ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ
Dan kepada Allah sajalah
bersujud segala apa yang
berada di langit dan semua
makhluk yang melata di
bumi dan (juga) para ma]
aikat, sedang mereka
(malaikat) tidak
menyombongkan diri.
4. Juz 15 surat al isra ayat
107
ﻗُﻞْ ﺁﻣِﻨُﻮﺍ ﺑِﻪِ ﺃَﻭْ ﻟَﺎ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻪِ ﺇِﺫَﺍ ﻳُﺘْﻠَﻰٰ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ
ﻳَﺨِﺮُّﻭﻥَ ﻟِﻠْﺄَﺫْﻗَﺎﻥِ ﺳُﺠَّﺪًﺍ
Katakanlah: "Berimanlah
kamu kepadanya atau
tidak usah beriman (sama
saja bagi Allah).
Sesungguhnya orang-
orang yang diberi
pengetahuan sebelumnya
apabila Al Quran
dibacakan kepada mereka,
mereka menyungkur atas
muka mereka sambil
bersujud,
5. Juz 16 surat maryam
ayat 58
ﺇِﺫَﺍ ﺗُﺘْﻠَﻰٰ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺕُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺧَﺮُّﻭﺍ
ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻭَﺑُﻜِﻴًّﺎ
Apabila dibacakan ayat-
ayat Allah Yang Maha
Pemurah kepada mereka,
maka mereka menyungkur
dengan bersujud dan
menangis.
6. Juz 17 surat al hajj ayat
18
ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺴْﺠُﺪُ
Apakah kamu tiada
mengetahui, bahwa
kepada Allah bersujud.
7. Juz 17 surat al hajj ayat
77
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺭْﻛَﻌُﻮﺍ ﻭَﺍﺳْﺠُﺪُﻭ
Hai orang-orang yang
beriman, rukuklah kamu,
sujudlah kamu.
8. Juz 19 surat al furqan
ayat 60
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗِﻴﻞَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﺳْﺠُﺪُﻭﺍ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ
Dan apabila dikatakan
kepada mereka: "Sujudlah
kamu sekalian kepada
yang Maha Penyayang.
9. Juz 19 surat an naml
ayat 26
ﺃَﻟَّﺎ ﻳَﺴْﺠُﺪُﻭﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺨْﺮِﺝُ ﺍﻟْﺨَﺐْﺀَ
ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ
ﺗُﺨْﻔُﻮﻥَ ﻭَﻣَﺎ ﺗُﻌْﻠِﻨُﻮﻥَ
agar mereka tidak
menyembah Allah Yang
mengeluarkan apa yang
terpendam di langit dan di
bumi.
10. Juz 21 surat as sajadah
ayat 15
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺑِﺂﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ
ﺑِﻬَﺎ ﺧَﺮُّﻭﺍ ﺳُﺠَّﺪًﺍ
Sesungguhnya orang yang
benar-benar percaya
kepada ayat- ayat Kami
adalah mereka yang
apabila diperingatkan
dengan ayat-ayat itu
mereka segera bersujud.
11. Juz 24 surat Fushshilat
ayat 37
ﻭَﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞُ ﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭُ ﻭَﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ
ﻭَﺍﻟْﻘَﻤَﺮُ ۚ ﻟَﺎ ﺗَﺴْﺠُﺪُﻭﺍ ﻟِﻠﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﻟَﺎ
ﻟِﻠْﻘَﻤَﺮِ ﻭَﺍﺳْﺠُﺪُﻭﺍ ﻟِﻠَّﻪِ
Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah
malam, siang, matahari
dan bulan. Janganlah
sembah matahari maupun
bulan, tapi sembahlah
Allah.
12. Juz 27 surat an najm
ayat 62
ﻓَﺎﺳْﺠُﺪُﻭﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ
Maka bersujudlah kepada
Allah dan sembahlah (Dia).
13. Juz 30 surat al insyiqaq
ayat 21
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗُﺮِﺉَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻟَﺎ
ﻳَﺴْﺠُﺪُﻭﻥَ
Dan apabila Al Qur'an
dibacakan kepada mereka,
mereka tidak bersujud.
14. Juz 30 surat al alaq
ayat 19
ﻛَﻠَّﺎ ﻟَﺎ ﺗُﻄِﻌْﻪُ ﻭَﭐﺳْﺠُﺪْ ﻭَﭐﻗْﺘَﺮِﺏ
Sekali-kali jangan,
janganlah kamu patuh
kepadanya; dan sujudlah
dan dekatkanlah (dirimu
kepada Tuhan).
Adapun caranya sujud
tilawah ialah dengan
menghadap kiblat dalam
keadaan suci, baik dengan
berdiri ataupun duduk, lalu
takbir dengan niat
melakukan sujud tilawah,
kemudian sujud sekali saja.

【 22 】BAB MAKHRAJ
Yg di maksud dengan
makhraj, yaitu tempat asal
keluarnya sebuah huruf
dari huruf-huruf hijaiyyah.
Adapun tempat asal
keluarnya huruf itu ada
lima tempat :
1. Keluar dari lubang
mulut.
2. Keluar dari tenggorokan.
3. Keluar dari lidah.
4. Keluar dari bibir.
5. Keluar dari pangkal
hidung.
Untuk lebih jelasnya mari
kita pelajari berikutnya :
1. Huruf ( wawu, ba' mim )
keluar dari kedua bibir
kalau wawu bibirnya
terbuka sedang ba' dan
mim bibirnya rapat.
2. Huruf ( fa' ) keluar dari
bibir sebelah dalam bawah
dan ujung gigi depan.
3. Huruf ( kaf ) keluar dari
pangkal lidah, tetapi di
bawah makhraj qaf.
4. Huruf ( qaf ) keluar dari
pangkal lidah.
5. Huruf ( shod ) keluar
dari samping lidah dan
geraham kanan dan kiri.
6. Huruf ( jim, syen, ya' )
keluar dari tengah lidah
dan tengahnya langit-langit
sebelah atas.
7. Huruf ( tho, dal, ta' )
keluar dari ujung lidah dan
pangkal gigi depan sebelah
atas.
8. Huruf ( dho, dzal, tsa' )
keluar dari ujung lidah dan
ujung gigi depan sebelah
atas serta terbuka.
9. Huruf ( dhod, za', sin )
keluar dari ujung lidah di
atas gigi depan atas dan
bawah.
10. Huruf ( kho, ghin )
keluar dari ujung
tenggorokan.
11. Huruf ( kha, ain )
keluar dari tengah
tenggorokan.
12. Huruf ( hamza, ha' )
keluar dari pangkal
tenggorokan.
13. Huruf ( lam ) keluar
dari antara lidah samping
kanan atau kiri dan gusi
sebelah atas depan.
14. Huruf ( nun ) keluar
dari ujung lidah di bawah
makhraj lam.
15. Huruf ( ra' ) keluar dari
ujung lidah agak ke depan
dan agak masuk ke
punggung lidah.
Huruf-huruf yg keluar dari
hidung yaitu huruf-huruf
yg ghunah ( mendengung )

【 23 】KEUTAMAAN AL QURAN
Al quranul kariem adalah
buku undang-undang yg
membuat hukum-huku
islam. Dia ( al quran )
merupakan sumber yg
melimpahkan kebaikan
dan hikmah, pada hati yg
beriman. Dia merupakan
sarana paling utama untuk
mendekatkan diri kepada
allah dengan
membacanya.
Dalam hadits abdullah bin
mas'ud ra. Di riwayatkan
dari nabi saw, beliau
bersabda :
Sungguh al quran ini
adalah jamuan allah, maka
kalian terimalah
jamuannya itu semampu
kalian. Sungguh, al quran
ini adalah tali allah, cahaya
terang dan obat yg
bermanfaat, merupakan
penjaga bagi orang yg
berpegang kepadanya,
penyelamat bagi orang yg
mengikutinya, tidak
menyimpang sehingga
menyebabkan tercela,
tidak bengkok sehingga
menghendaki pembetulan,
tak pernah habis
keajaiban-keajaibannya,
tidak akan lenyap
keagungan dan
keindahannya lantaran
banyak di ulang. Bacalah
dia ( al quran ) sungguh
allah akan membalas
kalian atas pembacaannya,
setiap huruf di balas
dengan sepuluh kebaikan.
Ingat ! Aku tidak
mengatakan kepada kalian
alief laam miem sebagai
satu huruf, melainkan alif
satu huruf, laam satu
huruf dan miem satu huruf
( HR. Hakim )
Rasullah saw berwasiat
kepada abu dzarr ra.
'' hendaklah engkau
membaca al quran, sebab
ia adalah cahaya bagimu di
bumi dan simpananmu di
langit. ( HR. Ibnu hibban,
dalam hadist panjang )
Dan di riwayatkan dari
aisyah ra. Beliau berkata,
rasullah saw bersabda :
Orang yg mahir al quran,
bersama dengan malaikat-
malaikat yg mulia lagi baik.
Dan orang yg membaca al
quran, sedangkan ia
menggeragap dalam
membacanya dan
merasakan kesulitan, maka
ia beroleh dua pahala ( HR.
Bukhari . Muslim )
Adalah rosullah saw.
Benar-benar sangat
menganjurkan manusia
kepada al quran dan beliau
menganggap lebih di
antara mereka, sesuai
dengan kedudukan mereka
di sisi al quran ( yg lebih
pandai tentang al quran
lebih utama )
Di riwayatkan dari abu
hurairah ra, bahwa
rasulullah saw. Pernah
bersabda :
Barang siapa
mendengarkan satu ayat
dari kitab allah ( al quran )
maka di tulis baginya
kebaikan yg berlipat. Dan
barang siapa membacanya,
maka adalah baginya
cahaya kelak di hari kiamat
( HR. Ahmad )
Dalam sebuah hadits, abu
hurairah ra. Meriwayatkan,
rasulullah saw mengutus
beberapa orang utusan.
Beliau meminta para
utusan itu membaca.
Beliau meminta masing-
masing dari mereka
membaca, yakni ayat al
quran yg di hapal.
Lalu beliau menghampiri
seseorang di antara
mereka yg paling tua,
seraya bersabda :
Apakah yg kau hafal, hai
fulan? '' orang itu
menjawab : '' aku hapal
surat ini dan surat ini, juga
surat al baqarah?
Rasulullah saw bertanya :
kau hapal surat al
baqarah? Orang itu
menjawab : ya '' rasulullah
saw bersabda : pergilah
engkau pemimpin mereka
( HR. Turmudzi )
Ulama salaf yg shalih,
keridhaan allah semoga
tetap atas mereka,
mengerti keutamaan al
quran dan membacanya,
maka mereka jadikan al
quran itu sebagai sumber
undang-undang mereka,
kitab hukum mereka, wirid
ibadah mereka. Mereka
membuka hati bagi al
quran, merenungkannya
dengan nurani mereka,
jiwa mereka menyerap
makna-maknanya yg
tinggi. Lalu. Allah pun
memberikan pahala
kepada mereka sebagai
pemimpin alam. Sebaiknya,
kita menyia-nyiakan al
quran, maka sampailah
kita pada apa yg kita
peroleh sekarang ini, yakni
kelemahan di dunia dan
tipis dalam hal agama.
Di riwayatkan dari anas bin
malik ra. Beliau berkata :
rasulullah saw pernah
bersabda :
Di perlihatkan kepadaku
pahala ummatku,
sampaipun percikan debu
yg timbul dari seseorang yg
keluar dari masjid. Dan di
perlihatkan kepadaku
dosa-dosa ummatku, maka
aku tidak melihat dosa yg
lebih besar dari pada satu
surat dari al quran atau
ayat-ayat yg telah di
berikan kepada seseorang
( ia telah menghapalnya ),
kemudian ia lupakan. ( HR.
Abu dawud, turmudzi dan
ibnu majah )
Adapun hadist-hadist yg
menerangkan tentang
keutamaan membaca al
quran, yaitu : rasulullah
saw bersabda :
Membacalah kamu semua
akan al quran, sebab
sesungguhnya al quran itu
besok hari kiamat akan
menolong terhadap ahli al
quran. ( Hadist )
Sebaik-baik dari kamu
sekalian adalah orang yg
belajar al quran dan
mengajar al quran.
( Hadist )
Seutama-utama ibadahnya
ummatku adalah
membaca al quran.
( Hadist )
Membuat teranglah kamu
sekalian akan tempat
tinggalmu dengan
melakukan shalat dan
membaca al quran.
( Hadist )

【 24 】ADAB MEMBACA AL
QURAN

Di antara adab membaca
al quran ialah bersungguh-
sungguh dalam
merenungkan dan
memikirkan apa yg di baca.
Sebab, hal itulah maksud
utama daripadanya. Allah
ta'ala telah berfirman :
ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻟِﻴَﺪَّﺑَّﺮُﻭﺍ
ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﻟِﻴَﺘَﺬَﻛَّﺮَ ﺃُﻭﻟُﻮ ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏِ
Artinya :
Ini adalah sebuah kitab
yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-
ayatnya dan supaya
mendapat pelajaran orang-
orang yang mempunyai
fikiran. ( QS. Shaad : 29 )
Lebih-lebih bila mengingat
bahwa dalam ayat tersebut
terdapat kitab
( himbauan ) tuhan
sekalian alam yg maha
luhur lagi maha bijaksana.
BegItu pula termasuk adab
membaca al quran, ialah
memelihara hukum-hukum
tajwid, mengeluarkan
huruf-huruf dari
makhrajnya, menepati
kaidah-kaidahnya,
memanjangkan yg
semestinya di baca
panjang, mendengungkan
apa yg seharusnya
mendengung ( ghunah )
menebalkan huruf yg di
baca tebal, menipiskan yg
tipis dan seterusnya.
Di riwayatkan dari sa'ad
bin abi waqqash ra, dari
rasullah saw :
Sungguh, al quran ini turun
dengan duka cita, maka
apabila kalian
membacanya,
menangislah. Jika kalian
tidak menangis, buatlah
seolah-olah menangis dan
iramakanlah al quran itu.
Barang siapa tidak
mengiramakan al quran
maka ia tidak termasuk
golongan kami. ( HR. Ibnu
majah )
Yg di maksud
mengiramakan di sini
adalah menunjukkan
kesedihan dan
menampakkan
kekhusyuan, di sertai
memperhatikan tajwid-
tajwidnya.
Telah datang dalam hadist
jabir ra, beliau berkata :
Rasullah saw bersabda :
sungguh termasuk sebaik-
baik manusia dalam hal
suara ketika membaca al
quran, adalah orang yg
ketika kalian
mendengarnya membaca,
kalian menganggapnya
takut kepada allah. ( HR.
Ibnu majah )
Termasuk adab membaca
al quran, yaitu :
Berwudhu.
Membersihkan mulut,
sesuai dengan sabda nabi
saw :
Sesungguhnya mulut-
mulut kamu merupakan
jalam membaca al quran,
maka bersihkanlah dengan
siwak ( sikat gigi )
Berpakaian yg bersih.
Duduk di tempat yg layak
lagi bersih dan menghadap
kiblat dengan tenang dan
hormat.
Berniat membaca lillaahi
ta'ala dengan mengharap
mendapat keridoan dan
hidayah allah.
Memulai dengan
membaca :
ﺃَﻋُﻮْﺫُﺑِﺎﻟﻞَّﻩِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ ●
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
Pada akhir ( penutup )
membaca :
ﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢُ ﻭَﺑَﻠَّﻎَ ﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ
ﺍﻟْﻜَﺮِﻳْﻢُ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﻋَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺎ
ﻫِﺪِﻳْﻦَ

【 25 】WIRID AL QURAN
Kesempatan dan keadaan
saudarah-saudarah muslim
berbeda-bedah.
Oleh sebab itu, tidaklah di
batasi banyaknya wirid,
Mengingat kesempatan
masing-masing orang dan
kemampuannya.
Yg penting, jangan sampai
terlewat satu haripun
tanpa sama sekali
membaca kitab allah ( AL
QURAN )
Akan kami kemukakan di
sini, beberapa cara
pembagian wirid al quran
menurut ulama salaf
semoga keridoaan allah
selalu menyertai mereka.
sebagai contoh dan
keterangan.
1. Waktu paling sedikit
untuk mengkhatamkan al
quran adalah tiga hari.
Ulama salaf tidak
menyukai seseorang
mengkhatamkan al quran
dalam waktu kurang dari
tiga hari, atau dalam masa
lebih dari sebulan.
Mereka berkata : khatam
kurang dari tiga hari itu
ingin cepat-cepat saja,
sehingga tidak sempat
memahami dan
merenungkan maknanya.
Sedangkan khatam lebih
dari sebulan adalah
pemborosan waktu dalam
membaca,
Jika ingin mudah dan
ringan untuk
mengkhatamkan al quran
cukup sebulan, setiap hari
satu juz sampai tiga puluh
hari.
Di riwayatkan dari abdullah
bin amr bin ash ra. Beliau
berkata : rasullah saw
pernah bersabda :
Tidaklah faham orang yg
membaca al quran dalam
waktu kurang dari tiga hari
( HR. Abu dawud.
Turmudzi dan ibnu majah )
2. Batas pertengahan
untuk mengkhatamkan al
quran, ialah setiap
seminggu sekali, jika
memang memungkinkan
yg demikian.
Rasullah saw telah
memerintahkan abdullah
bin amr, untuk
mengkhatamkan al quran
setiap minggu sekali.
Begitu pula sekelompok
sahabat semoga keridoan
allah selalu menyertai
mereka. Dulu
melakukannya seperti :
utsman, zaid bin tsabit,
ibnu mas'ud, ubaiy bin
ka'ab.
Konon utsman ra. Memulai
pada malam jumah
dengan surat al baqarah
sampai al maidah, malam
sabtu dengan al an'am
sampai huud, malam ahad
dengan yusuf sampai
maryam, malam senin
dengan thaha sampai al
qashash, malam selasa
dengan al ankabut sampai
shaad, malam rabu dengan
az zumar sampai ar
rahman, dan pada malam
kamis mengkhatamkannya.
Pembagian ini bukanlah di
tentukan harus begitu,
melainkan hanyalah
merupakan pengikutan
dan keutamaan. Dan bagi
saudara. Seyogyanya
membaca sesuai dengan
kemampuan, asal tidak
sampai sehari terlewati
tanpa sama sekali
membaca. Apabila
seseorang bukan termasuk
ahli membaca, maka
hendaklah ia bersungguh-
sungguh dalam
mendengarkan atau dalam
menghapalkan sebagian
surat, yg nantinya bisa ia
baca setiap kali datang
kesempatan padanya.

【 PESAN PENULIS 】
Segala puji bagi allah tuhan semesta alam dan shalawat serta salam kepada nabi kita muhammad saw beserta keluarganya dan sahabatnya.

Semoga kitab tajwid ini dapat
memberikan manfaat kepada saya dan anda semua yg sudah membaca, dan saya minta maaf jika ada salah atau kekeliruan dalam menulis.

Mudah-mudahan
harapan penulis
terkabulkan mengamalkan kitab ini dengan baik dan benar.
Akhirya kepada Allah
Subhanahu wata’ala
hamba serahkan semua
permohonan hamba
semoga senantiasa
mendapat rida dan
magfirah-Nya. Amin.

【 TENTANG SAYA 】
NAMA :

Bamwi ibrahim

ALAMAT :

Demak, jawa tengah

UMUR :

06/03/1988

PERNAH BELAJAR DI :

PP. Nurul Haromain di jogja tahun 2000.
PP. Al Anwar di pekalongan tahun 2004.

PP. Darul Ulum di batang tahun 2009.